Praktikum Preservasi Media dan Informasi Angkatan 2022

Mahasiswa Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi angakatan 2022 melakukan praktikum preservasi media dan informasi di Perpustakaan Nasional pada Rabu (18/10/2023). Sebanyak 100 orang mahasiswa mengikuti kegiatan ini sesuai dengan surat tugas yang dikeluarkan oleh Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran. Berangkat pada dini hari, mahasiswa didampingi oleh dua orang Dosen Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi, yaitu Samson CMS, S.Sos., M.Si, dan Evi Nursanti Rukmana, S.Sos., M.I.Kom. Serta dua orang alumni, yaitu Lusi Rommaddyniah Sujana, S.I.Pus., M.I.Kom, dan Tita Nursari, S.S.I. Mahasiswa dan pendamping sampai kembali ke Jatinangor pada malam hari dengan keadaan baik dan tidak terkendala apapun.

Selama kegiatan praktikum mahasiswa mendapat kesempatan untuk mengunjuni 6 labolatorium preservasi yang ada di Pusat Preservasi Perpustakaan Nasional. Mahasiswa secara beregu mengunjungi Labolatorium Konservasi, Reprografi, Reproduksi, Perawatan dan Perbaikan Bahan Pustaka, Penjilidan Bahan Pustaka, Transformasi Digital, dan Labolatorium Mikrofilm. Selama kegiatan berlangsung, teknisi labolatorium memberikan penjelasan dan mempraktikan kegiatan preservasi bahan pustaka kepada mahasiswa. Beberapa mahasiswa dari setiap kelompok pun berkesempatan untuk ikut mencoba dan melakukan beberapa kegiatan preservasi sesuai arahan Teknisi Labolatorium.

Praktikum ini mendapat sambutan hangat dari Perpustakaan Nasional. Bapak Agus Suyono, S.Sos, selaku Plt. Koordinator Kelompok Substansi Penelusuran, Inventarisasi, dan Konservasi Pustaka menyatakan tanggapan Perpustakaan Nasional sangat baik terhadap kegiatan praktikum yang dilaksanakan. “Perpustakaan Nasional menanggapi dengan sangat baik karena di pusat preservasi atau dibagian pelestarian dan konservasi itu sangat membutuhkan adik-adik penerus yang memang bisa bekerja di bidang pelestarian” imbuhnya.

 Disamping itu, Bapak Wiratna Tritawirasta, S.Kom. MP., selaku Koordinator Kelompok Substansi Inventarisasi, Reproduksi dan Alih Media menyatakan bahwa praktikum merupakan bagian dari kewajiban Perpustakaan Nasional untuk melakukan pembinaan kepada berbagai perpustakaan dan juga calon pustakawan yaitu mahasiswa jurusan perpustakaan. Kegiatan praktikum sebagai wadah untuk link and match antara teori dan praktik preservasi bahan pustaka secara langsung. “Di perguruan tinggi umumnya [mahasiswa] hanya diberi teori-teori saja, dengan adanya praktikum di Perpustakaan Nasional teman-teman dapat melihat sejauh mana kondisi dan proses alih media di Perpustakaan Nasional.”

Bapak Imam Supratna selaku Pustakawan Ahli Pertama menyampaikan banyak hal yang bisa didapatkan dari praktikum yang dilakukan oleh mahasiswa. “Pertama, mereka jadi mengenal alat-alat yang digunakan, lalu mereka juga mengetahui kendala-kendala yang ada di lapangan kerja seperti apa. Setidaknya mereka tidak akan kaget ketika menemukan sesuatu hal yang mungkin tidak akan mereka temukan di dunia kampus.” Hal tersebut juga disampikan oleh Dosen pendamping praktikum yaitu Bapak Samson CMS, S.Sos. M.Si, bahwa preservasi media dan informasi memang memerlukan kegiatan praktikum untuk memperlihatkan bagaimana praktek preservasi dilakukan secara langsung. “Untuk mata kuliah tertentu seperti mata kuliah preservasi media dan informasi membutuhkan praktikum baik secara internal dan eksternal, karena pertama untuk melihat kegiatan yang real di lapangan seperti apa, lalu akan mendapat masukan dari Bapak Ibu teknisi di mana para mahasiswa melakukan praktikum.”

Mahasiswa pun merasa senang mengikuti kegiatan praktikum yang menambah ilmu dan wawasan mereka terkait preservasi media dan informasi. Fajrini Widyadhari dan Fina Nur Kamila Maharani menyampaikan kesan mereka ketika mengikuti kegiatan praktikum “Kami sangat senang karena mendapatkan ilmu-ilmu baru dan pengatahuan yang bisa kami terapkan di dunia kerja” Ungkap Farini.  “Saya harap bisa lebih mencintai pekerjaan saya terutama berkaitan tentang preservasi dan dapat meningkatkan kesadaran diri untuk menjaga informasi dan dokumen yang ada di negara kita” Tambah Fina.

Share this: