Tim Peneliti PSI Fikom Unpad Telusuri Kearifan Teknologi Tradisional di Kampung Naga

Di tengah arus perkembangan teknologi modern, sebuah tim peneliti yang terdiri dari Elis Suryani Nani, Sumarlina, Rangga Saptya Mohamad Permana, dan Wina Erwina telah menyelesaikan sebuah kajian mendalam. Penelitian yang dipublikasikan pada Oktober 2024 ini menelusuri eksistensi dan fungsi teknologi tradisional yang masih dijaga oleh masyarakat adat Kampung Naga di Tasikmalaya, Jawa Barat.

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh sebuah tantangan zaman: pesatnya perkembangan teknologi di era milenial yang tidak dapat dihindari. Kondisi ini menuntut generasi muda untuk pandai menyaring budaya asing yang masuk, sekaligus merawat dan melestarikan kearifan lokal. Di saat teknologi canggih mendorong masyarakat menuju kebudayaan industri, komunitas seperti Kampung Naga menunjukkan bahwa tradisi dapat tetap bertahan kokoh.

Salah satu komunitas yang menjadi fokus studi ini adalah masyarakat adat Kampung Naga, yang berlokasi di Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya. Komunitas ini dikenal luas karena kesetiaannya dalam mempertahankan budaya, adat istiadat, dan tradisi warisan leluhur. Sikap inilah yang menjadikan Kampung Naga sebagai subjek penelitian yang sangat relevan untuk memahami bagaimana teknologi tradisional bertahan dan tetap fungsional.

Untuk mengungkap kekayaan kearifan lokal ini, para peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif analisis. Pendekatan ini diperkaya dengan berbagai metode kajian lain seperti hermeneutik, sosiologis, antropologis, dan kajian budaya. Kombinasi metode ini memungkinkan tim untuk tidak hanya mendata, tetapi juga menafsirkan makna-makna mendalam di balik setiap teknologi yang digunakan.

Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengungkap secara komprehensif beragam teknologi tradisional yang ada di Kampung Naga. Kajian ini mencakup identifikasi berbagai alat yang digunakan, fungsi praktisnya dalam kehidupan sehari-hari, serta makna filosofis dan budaya yang terkandung di dalamnya, sesuai dengan adat dan tradisi yang berlaku di komunitas tersebut.

Pada akhirnya, penelitian ini bukan hanya sekadar dokumentasi akademis, tetapi juga sebuah ajakan untuk merefleksikan kembali pentingnya kearifan lokal. Studi ini diharapkan mampu menjadi sumber pengetahuan berharga yang menegaskan bahwa teknologi tradisional adalah bagian penting dari jati diri bangsa yang harus terus dirawat, dilestarikan, bahkan dikembangkan tanpa harus kehilangan keasliannya.

Artikel selengkapnya tersedia di: http://media.unpad.ac.id/files/publikasi/2025/rpm_20250209075842_3983.pdf

Penulis: Ridha Amalia, Nadziva Shaqeena, dan Ariel Mohammad Alief Yusuf

Share this: