Yasyfi dan Asyifa menjadi Perwakilan Mawapres 2023 ke Tingkat Fakultas

Mahasiswa Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi, Yasyfi Shofiyyah dan Asyifa Putri Triandari (Angkatan 2021) berhasil maju sebagai perwakilan Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) tingkat Fakultas Ilmu Komunikasi tahun 2023. Yasyfi dan Asyifa mengikuti rangkaian mawapres dimulai dari tahap seleksi administrasi dan wawancara pada tingkat program studi pada 29-30 Maret 2023. Selanjutnnya Yasyfi dan Asyifa menjadi sebagai finalis 1 dan 2 mawapres tingkat prodi akhirnya lolos ke tahap presentasi diantara mawapres lainnya di tingkat fakultas.

Yasyfi dan Asyifa menyampaikan alasan mereka mengikuti ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Fakultas Ilmu Komunikasi. Keinginan menambah pengalaman di bidang akademik, memperluas relasi dan pandangan baru menjadi alasan mereka berpartisipasi pada ajang ini. Selain itu, Yasyfi menuturkan bahwa dukungan orang terdekat dan keinginannya untuk membanggakan kedua orang tua menjadi dorongan utama baginya. Sedangkan Asyifa menyampaikan alasan lain ia mengikuti ajang ini adalah untuk mencoba hal baru yang belum pernah ia lakukan serta menambah relasi.

Syarat yang harus dipenuhi untuk mengikuti tahap seleksi administrasi mawapres adalah 1) Bukti aktif organisasi; 2) CV; 3) Esai; 4) Pas foto; 5) Bukti prestasi non akademik; 6) Bukti prestasi akademik; 6) Bukti publikasi ilmiah; dan 7) Sertifikat Bahasa Inggris.

Yasyfi dan Asyifa membagikan pengalaman ketika mengikuti ajang mawapres tersebut. Asyifa menyampaikan bahwa ia merasa sedikit gugup dan juga lega setelah berhasil melewati sesi presentasi dan wawancara menggunakan bahasa inggris meski terbata-bata. Demikian juga dengan Yasyfi yang bersemangat mengikuti ajang pemilihan mawapres, ia dapat menyalurkan dan mengimplementasikan ide gagasan praktis yang ada di sekitar lewat penyusunan esai dan makalah. Dalam ajang ini, Yasyfi dan Asyifa mepamarkan makalahnya yang berjudul Peran Perpustakaan dalam Menyejahterakan Masyarakat pada Revolusi Industri 4.0. Hal yang di bahas yaitu seputar kegiatan-kegiatan yang dilakukan perpustakaan untuk meningkatkan keterampilan dan mengasah kemampuan berpikir masyarakat.

Menurut Yasyfi dan Asyifa, kesempatan mengikuti ajang mawapres ini benar-benar suatu hal yang mereka syukuri karena banyak insight yang didapatkan setelah melalui seluruh rangkaian seleksinya. Walaupun belum berhasil lolos ke tingkat universitas, perjalanan mereka di ajang mawapres tingkat fakultas menjadi sebuah kebanggaan sendiri karena telah memberanikan diri, mencoba dan berjuang mewakili program studi Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi.

Mereka juga menyampaikan pesan untuk mahasiswa Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi agar berani mencoba, mempersiapkan seluruh persyaratan, dan selalu memiliki rasa ingin tahu pada semua hal yang belum diketahui. “Jangan pernah takut untuk mencoba. Jangan takut kalau misalnya nanti kalah. Karena yang penting itu pengalaman. Dengan berani buat maju aja, itu udah oke banget. Karena nggak semua orang mau nyobain itu,” Ucap Asyifa.  “Stay curious. Tetaplah penasaran sama apa yang belum pernah dilakuin. Ini juga jadi reminder buat diri aku untuk bisa terus menerus membongkar rasa malas dan insecure dalam melakukan sesuatu. Jangan sampai penyesalan datang ya. Gapapa cape, mungkin kita cuma butuh break“, bukan berhenti. Oh iya, tetap berpegang teguh pada pilihan ya, mungkin kadang kita mempertanyakan pilihan kita selama menjalaninya, tapi pasti ada alasan kok kenapa kita pantas berada di pilihan kita ini,” tambah Yasyfi. (FL)

Share this: