Mahasiswa Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi Bersama Tim Meraih Juara 3 dalam Marine Tourism Competition 2026 melalui Ocean Legacy Bank

Jatinangor–Selasa, 23 Juni 2026. Tim Universitas Padjadjaran berkesempatan mengikuti Final Marine Tourism Competition yang diselenggarakan oleh Himpunan Pariwisata Bahari Sekolah Vokasi Universitas Padjadjaran dalam rangkaian Marine Tourism Festival 5.0 di Graha Sanusi Hardjadinata, Universitas Padjadjaran.

Kompetisi ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi kami. Sejujurnya, keputusan untuk mengikuti lomba ini tidak datang dengan mudah. Sebagai tim yang terdiri dari mahasiswa lintas program studi, kami dihadapkan pada berbagai tantangan mulai dari jadwal yang sulit disatukan, kesibukan masing-masing anggota menghadapi Ujian Akhir Semester, hingga keterlibatan dalam berbagai kompetisi lainnya pada waktu yang bersamaan.

Iwan Ridwan Ramdani, mahasiswa prodi Perpustakaan dan Sains Informasi yang menjadi Ketua Tim dari Universitas Padjadjaran

Tim Universitas Padjadjaran diketuai oleh mahasiswa Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi, Iwan Ridwan Ramdani. Ia berkolaborasi bersama empat anggota tim lainnya, yaitu Vina Cahyarani (Administrasi Keuangan Publik), Nilla Amelia Nabila (Akuntansi Sektor Publik), Zahra Amalia (Jurnalistik), dan Agil Rusmana (Administrasi Pemerintahan). Keberagaman latar belakang keilmuan inilah yang justru menjadi kekuatan utama kami dalam menyusun strategi dan sudut pandang yang kaya untuk kompetisi ini.

Bahkan, keputusan untuk mendaftarkan tim baru dilakukan pada H-1 penutupan pendaftaran. Dengan waktu yang sangat terbatas, seluruh proses penyusunan gagasan, penulisan proposal, pengembangan konsep, hingga pembuatan prototype dilakukan secara cepat, adaptif, dan penuh spontanitas. Komunikasi yang terbatas akibat padatnya aktivitas akademik membuat kami harus belajar membangun kepercayaan satu sama lain dan memaksimalkan kontribusi yang dapat diberikan oleh setiap anggota tim.

Namun di balik segala keterbatasan tersebut, kami belajar bahwa komitmen tidak selalu harus diwujudkan dalam kondisi yang sempurna. Sedikit demi sedikit, setiap ide mulai tersusun, setiap bagian mulai menemukan bentuknya, dan setiap anggota memberikan kontribusi terbaik sesuai kapasitas yang dimiliki. Bahkan prototype yang menjadi bagian penting dalam presentasi final baru dapat kami selesaikan pada malam sebelum kompetisi berlangsung, melalui proses panjang yang diwarnai diskusi, revisi, dan perjuangan hingga larut malam.

Melalui kompetisi ini, kami mengusung gagasan Ocean Legacy Bank (OLB), sebuah inovasi yang berangkat dari keprihatinan terhadap ancaman perubahan iklim yang tidak hanya berpotensi menghilangkan wilayah pesisir, tetapi juga menghapus pengetahuan lokal yang hidup di dalamnya.

Ocean Legacy Bank hadir sebagai Bank Pengetahuan Bahari Nasional, sebuah platform yang bertujuan mengumpulkan, mendokumentasikan, memverifikasi, dan melestarikan pengetahuan masyarakat pesisir yang terancam hilang akibat abrasi, kenaikan muka air laut, dan tenggelamnya pulau-pulau kecil.

Gagasan ini berangkat dari keyakinan bahwa ketika sebuah wilayah pesisir hilang, yang hilang bukan hanya daratan, melainkan juga cerita rakyat, teknik navigasi tradisional, pengetahuan konservasi laut, budaya bahari, serta identitas masyarakat yang telah diwariskan lintas generasi.

Melalui pendekatan berbasis teknologi dan partisipasi masyarakat, Ocean Legacy Bank menawarkan berbagai inovasi seperti AI-Powered Knowledge Preservation, Marine Memory Mapping, Marine Memory Volunteer, hingga pemanfaatan pengetahuan lokal sebagai daya tarik wisata edukatif yang berkelanjutan.

Lebih dari sekadar sebuah kompetisi, perjalanan ini mengajarkan kami bahwa keberanian untuk mencoba sering kali menjadi langkah awal menuju pengalaman yang tidak ternilai. Meskipun belum berhasil meraih posisi juara utama, kami pulang dengan sesuatu yang jauh lebih berharga: pengalaman, pembelajaran, persahabatan, serta keyakinan bahwa setiap proses yang dijalani dengan sungguh-sungguh akan selalu memiliki makna.

Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ibu Evi selaku dosen pembimbing atas segala arahan, masukan, dan dukungan yang diberikan selama proses penyusunan gagasan hingga pelaksanaan kompetisi. Ucapan terima kasih juga kami sampaikan kepada Ibu Saleha selaku Ketua Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi serta Prof. Ninis selaku dosen wali yang senantiasa memberikan dukungan dan motivasi kepada kami untuk terus berkembang, berani mencoba, dan tidak berhenti belajar.

Perjalanan ini mungkin belum berakhir dengan kemenangan di atas panggung, tetapi telah menjadi kemenangan dalam proses belajar, bertumbuh, dan membuktikan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti melangkah.

Karena pada akhirnya, keberanian untuk memulai adalah kemenangan pertama yang harus diraih.

Penulis: Iwan Ridwan Ramdani

Share this: