Universitas Padjadjaran, 7 Desember 2024 — Seorang mahasiswa dari Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi (PSI) Universitas Padjadjaran (UNPAD) telah menyelesaikan penelitian yang sangat relevan dengan dinamika pendidikan modern. Studi berjudul “The correlation between students’ information literacy and the utilisation of AI text generator in completing academic studies” ini mengupas korelasi antara literasi informasi mahasiswa dengan penggunaan AI Text Generator (ATG) dalam menyelesaikan tugas akademik.
Riset ini dipimpin oleh mahasiswa Muhaemin, di bawah bimbingan dosen Elnovani Lusiana dan Ute Lies Siti Khadijah. Latar belakangnya adalah semakin populernya ATG di kalangan mahasiswa untuk mempermudah akses informasi, khususnya dalam pembuatan proposal penelitian. Namun, penelitian ini juga menyoroti potensi dampak negatif jika teknologi tersebut tidak digunakan dengan bijak.
Untuk mengukur korelasi, penelitian ini menggunakan metode korelasi sederhana. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk menentukan tingkat atau derajat hubungan antara literasi informasi mahasiswa (kemampuan mereka untuk mencari, mengevaluasi, dan menggunakan informasi secara efektif) dan seberapa sering mereka menggunakan ATG.
Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi signifikan antara literasi informasi mahasiswa dan penggunaan ATG. Namun, tingkat korelasinya berada dalam kategori sedang. Ini artinya, kedua variabel tersebut saling memengaruhi, tetapi tidak sepenuhnya bergantung satu sama lain. Mahasiswa yang memiliki literasi informasi yang baik cenderung menggunakan ATG, tetapi penggunaannya tidak sepenuhnya ditentukan oleh kemampuan tersebut.
Studi ini juga mengidentifikasi jenis ATG yang paling sering digunakan, yaitu ChatGPT dan Perplexity, serta alasan utama mahasiswa menggunakannya. Alasan-alasan tersebut meliputi pengembangan ide, efisiensi waktu, bantuan penulisan, pengembangan konsep, mencari referensi, pemecahan masalah, dan peningkatan kualitas tulisan. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa melihat ATG sebagai alat bantu, bukan pengganti kemampuan mereka.
Publikasi ilmiah ini memberikan wawasan penting bagi institusi pendidikan dan pengajar. Temuan ini dapat membantu mereka dalam merumuskan kebijakan terkait penggunaan AI di lingkungan akademik, serta mengembangkan kurikulum yang lebih berfokus pada penguatan literasi informasi. Penelitian ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), dengan mempromosikan pemanfaatan teknologi secara bertanggung jawab dalam pendidikan.
Artikel ini telah diterbitkan di Jurnal Q3 RLJ, menjadikannya sumber rujukan yang relevan secara internasional. Diharapkan penelitian ini dapat memicu diskusi lebih lanjut tentang bagaimana universitas dapat membimbing mahasiswanya untuk menggunakan alat AI secara etis dan produktif.
Hasil publikasi dapat diakses melalui tautan berikut: http://media.unpad.ac.id/files/publikasi/2025/rpm_20250128103402_9459.pdf
Penulis: Ridha Amalia, Nadziva Shaqeena, dan Muhammad Ihsan Fauzul Haq