Bandung, 2025 — Penelitian oleh Adinda Marzella, dan dibimbing oleh Dr. Edwin Rizal dan Nuning Kurniasih M.Hum mengungkap peran Instagram @folkative sebagai media alternatif dalam menyebarkan informasi yang kreatif, ringan, dan mudah dipahami oleh anak muda.
Studi ini menyoroti bagaimana @folkative memanfaatkan Instagram, mulai dari desain visual yang menarik, gaya bahasa yang sederhana, hingga pemilihan isu-isu aktual yang dekat dengan keseharian remaja dan mahasiswa. Hasilnya, akun ini mampu menarik minat audiens yang kerap mengakses informasi melalui media sosial ketimbang media konvensional.
Menurut penelitian, Instagram tidak lagi hanya berfungsi sebagai ruang berbagi foto, tetapi juga berkembang menjadi media literasi digital yang efektif. @folkative berhasil menghadirkan informasi seputar isu sosial, budaya, dan politik dengan pendekatan visual storytelling yang membuat audiens lebih mudah mencerna pesan.
Penelitian ini berhubungan dengan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) karena memperluas akses masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap informasi yang mendidik dan relevan. Di sisi lain, penggunaan Instagram sebagai media penyebaran informasi juga mendukung SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dengan memanfaatkan teknologi digital sebagai infrastruktur komunikasi yang inovatif.
Namun, penelitian juga mencatat adanya tantangan seperti potensi bias informasi, keterbatasan ruang penjelasan di media sosial, serta perlunya verifikasi agar konten tetap akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Ke depan, akun-akun edukatif seperti @folkative diharapkan terus berkembang dengan menghadirkan informasi yang lebih variatif, kredibel, dan interaktif, sehingga mampu menjadi jembatan literasi digital di tengah derasnya arus informasi.
Artikel selengkapnya tersedia di: http://media.unpad.ac.id/files/publikasi/2025/rpm_20250123130800_9779.pdf
Penulis: Ridha Amalia, Nadziva Shaqeena Firdaus, Shelpi Nur Awaliyah