Menjaga Sejarah Bangsa: Dosen dan Mahasiswa Unpad Teliti Preservasi Koleksi Museum Perjuangan Rakyat Jawa Barat

Bandung, 30 Oktober 2024 — Sebuah tim peneliti dari Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi (PSI) Universitas Padjadjaran (UNPAD) telah menyelesaikan penelitian penting mengenai upaya pelestarian warisan sejarah. Studi berjudul “Preservasi Koleksi Museum Perjuangan Rakyat Jawa Barat” ini menyoroti bagaimana museum melakukan perawatan terhadap koleksi artefak berharganya untuk memastikan informasi sejarah tetap terjaga.

Riset ini dipimpin oleh mahasiswa Katherine Rahelina, di bawah bimbingan dosen Saleha Rodiah dan Ute Lies Siti Khadijah. Latar belakangnya adalah peran vital museum sebagai lembaga non-profit yang bertugas mengelola dan menjaga artefak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kegiatan preservasi yang diterapkan di Museum Perjuangan Rakyat Jawa Barat, sebuah institusi yang menyimpan berbagai koleksi historis.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara mendalam, dan studi literatur. Tim peneliti mengamati secara langsung praktik-praktik yang dilakukan di museum dan berbicara dengan staf terkait untuk mendapatkan informasi yang komprehensif tentang metode preservasi yang diterapkan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Museum Perjuangan Rakyat Jawa Barat menerapkan dua jenis preservasi utama: preservasi preventif dan preservasi kuratif. Preservasi kuratif, yang berfokus pada perbaikan atau penanganan kerusakan yang sudah terjadi, lebih banyak diterapkan di museum ini.

Studi ini secara spesifik menyebutkan bahwa tindakan preservasi kuratif, seperti fumigasi dan pembersihan koleksi, dilakukan secara rutin setiap tiga bulan. Namun, jika ada situasi mendesak yang memerlukan penanganan cepat, tindakan preservasi dapat dilakukan di luar jadwal rutin. Koleksi yang dirawat mencakup seragam perjuangan, diorama, senjata, hingga artefak milik tokoh-tokoh penting sejarah.

Publikasi ilmiah ini memberikan wawasan berharga bagi pengelola museum dan lembaga pelestarian lainnya. Penelitian ini menegaskan pentingnya tindakan proaktif untuk menjaga koleksi agar tidak rusak. Kontribusinya sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), karena museum berfungsi sebagai sumber belajar sejarah, dan SDG 11 (Kota dan Pemukiman Berkelanjutan), dengan fokus pada pelestarian warisan budaya.

Artikel ini telah diterbitkan di Jurnal Sinta 4 Al Maktabah. Diharapkan temuan ini dapat menjadi acuan bagi museum lain di Indonesia untuk terus meningkatkan standar preservasi mereka, sehingga warisan sejarah dan budaya bangsa dapat terus dinikmati oleh generasi mendatang.

Hasil publikasi dapat diakses melalui tautan berikut: http://media.unpad.ac.id/files/publikasi/2025/rpm_20250128112727_5610.pdf

Penulis: Ridha Amalia, Nadziva Shaqeena, dan Muhammad Ihsan Fauzul Haq

Share this: