Asep Saeful Rohman, M.I.Kom. Berperan dalam Kampanye Literasi Kabupaten Bandung

Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Bandung menyelenggarakan “Kampanye Literasi” dengan tema Strategi Meningkatkan Budaya Baca Masyarakat. Salah satu narasumber utama pada kegiatan tersebut adalah Asep Saeful Rohman, M.I.Kom., dosen Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran.

Kegiatan sosialisasi budaya baca ini digelar sebagai respons terhadap data Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Kabupaten Bandung tahun 2023, yang berada pada skor 53,70, masuk kategori sedang. Dengan skor tersebut, diperlukan upaya terukur untuk meningkatkan sarana dan praktik literasi sesuai indikator yang ditetapkan. Dalam dialognya, Asep Saeful Rohman, M.I.Kom. menyampaikan berbagai strategi praktis untuk memperkuat budaya baca, termasuk pentingnya akses publik terhadap sumber daya literasi, peran institusi pendidikan, dan perpustakaan sebagai pusat literasi lokal.

Melalui keterlibatannya, kampanye ini diharapkan dapat mendorong masyarakat memiliki akses yang lebih baik terhadap buku, materi literasi nonbuku, serta bacaan digital. Ia juga menekankan bahwa peningkatan minat baca tidak hanya terkait banyaknya bahan bacaan, tetapi juga relevansi konten dengan kebutuhan lokal dan pemahaman mengenai manfaat literasi dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini menunjukkan komitmen Kabupaten Bandung dalam membangun lingkungan yang mendukung pertumbuhan intelektual, peningkatan kemampuan literasi, dan pengembangan budaya membaca di semua lapisan masyarakat. Meski demikian, masih ditemukan tantangan seperti distribusi bahan bacaan yang belum merata dan kurangnya fasilitas literasi di wilayah tertentu.

Inisiatif kampanye literasi ini sangat relevan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals), khususnya SDG 4 – Pendidikan Berkualitas, karena memperkuat literasi masyarakat sebagai bagian dari pendidikan sepanjang hayat dan pemerataan akses terhadap pendidikan dan informasi. Dengan dukungan para pemangku kepentingan termasuk perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat, diharapkan budaya membaca di Kabupaten Bandung dapat tumbuh lebih kuat dan berkelanjutan. (SNA)

Share this: