Dosen Fikom Unpad Teliti Pengaruh Edukasi dan Media Sosial pada Kesiapsiagaan Bencana Masyarakat Pesisir

Pangandaran, 30 Desember 2024 — Empat dosen dari Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) Universitas Padjadjaran (UNPAD) telah menyelesaikan penelitian penting mengenai kesiapsiagaan bencana. Penelitian berjudul “Disaster Education and Social Media Use Influence Disaster Preparedness in Coastal Communities” ini mengupas peran krusial edukasi dan media sosial dalam meningkatkan kesiapan masyarakat pesisir menghadapi potensi bencana.

Riset ini merupakan hasil kolaborasi dari Falih Ijlal Septian, Edwin Rizal, Ute Lies Siti Khadijah, dan Rully Khairul Anwar. Latar belakangnya adalah pentingnya peningkatan kesiapsiagaan di wilayah pesisir, khususnya di Desa Masawah, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran, yang memiliki risiko bencana alam tinggi. Tujuannya adalah untuk mengkaji dampak pendidikan kebencanaan dan penggunaan media sosial, serta peran mediasi niat menggunakan kerangka Teori Perilaku Terencana (TPB).

Dengan menggunakan metode survei kuantitatif, tim peneliti mengumpulkan data dari 100 responden yang dipilih melalui teknik cluster sampling. Data kemudian dianalisis dengan metode Partial Least Squares (PLS) menggunakan perangkat lunak SmartPLS 3.0. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk mengukur hubungan sebab-akibat antara variabel-variabel yang diteliti secara mendalam.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa edukasi kebencanaan dan penggunaan media sosial secara signifikan memengaruhi niat individu dan kesiapsiagaan bencana aktual. Temuan ini juga mengonfirmasi bahwa niat bertindak memiliki peran penting sebagai mediator yang menghubungkan edukasi dan media sosial dengan tindakan kesiapsiagaan. Ini berarti, semakin kuat niat seseorang, semakin besar kemungkinan mereka untuk benar-benar bersiap menghadapi bencana.

Berdasarkan temuan ini, para peneliti merekomendasikan beberapa implikasi praktis. Edukasi kebencanaan perlu mencakup pelatihan praktis dan partisipasi komunitas, bukan hanya teori. Sementara itu, kampanye di media sosial harus memanfaatkan platform populer seperti WhatsApp dan TikTok untuk menjangkau audiens secara efektif dan luas.

Publikasi ini tidak hanya menambah literatur ilmiah dengan mengintegrasikan Teori Perilaku Terencana (TPB), tetapi juga memberikan panduan bagi pembuat kebijakan dan organisasi manajemen bencana. Penelitian ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) dan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), dengan menekankan pentingnya edukasi sebagai alat untuk adaptasi dan mitigasi bencana.

Artikel ilmiah ini telah diterbitkan di Jurnal Sinta 2 Khazanah Sosial. Diharapkan temuan ini dapat menjadi acuan berharga untuk merumuskan kebijakan yang lebih efektif dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat di wilayah pesisir.

Hasil publikasi dapat diakses melalui tautan berikut: http://media.unpad.ac.id/files/publikasi/2025/rpm_20250128110206_5749.pdf

Penulis: Ridha Amalia, Nadziva Shaqeena, dan Muhammad Ihsan Fauzul Haq

Share this: