Dosen PSI Fikom Unpad Menerbitkan Buku Berjudul Teknologi Informasi dan Keberadaan Perpustakaan Perkuat Literasi Digital Pustakawan

Bandung, 2025 – Sebuah karya ilmiah terbaru berjudul “Teknologi Informasi dan Keberadaan Perpustakaan” resmi diterbitkan pada tahun 2025 dalam bentuk book chapter ber-ISBN dan terdaftar pada Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI). Buku ini membahas secara mendalam mengenai kesiapan pustakawan dalam menghadapi perkembangan teknologi informasi serta tantangan transformasi layanan perpustakaan di era digital.

Buku ini ditulis oleh Yunus Winoto yang menegaskan pentingnya peran pustakawan dalam menguasai teknologi informasi agar perpustakaan dapat beradaptasi terhadap perubahan dan tetap relevan sebagai pusat literasi, riset, dan kolaborasi. Penerbitan buku ini berlangsung di Indonesia dan didistribusikan melalui jalur resmi penerbitan nasional yang berafiliasi dengan IKAPI. Dengan status ISBN, buku ini tidak hanya diakui secara akademik, tetapi juga memiliki legalitas formal sebagai sumber rujukan yang dapat digunakan oleh akademisi, mahasiswa, pustakawan, maupun masyarakat umum yang tertarik pada isu transformasi perpustakaan.

Publikasi ini dilakukan pada tahun 2025 dengan latar belakang meningkatnya kebutuhan literasi digital di kalangan masyarakat. Sejalan dengan itu, pustakawan dituntut mampu beradaptasi terhadap perkembangan teknologi informasi, seiring dengan munculnya fenomena globalisasi, ledakan informasi, dan disrupsi digital. Karya ini juga mendukung pencapaian SDG’s 4: Pendidikan Bermutu dan SDG’s 9: Infrastruktur, Industri, dan Inovasi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah publikasi terkait kesehatan mental remaja mengalami peningkatan signifikan sejak 2017 hingga mencapai puncaknya pada tahun 2024 dengan total 697 artikel. Jurnal dengan jumlah publikasi terbanyak adalah Journal of Child Psychology and Psychiatry and All dengan 97 artikel. Penulis dengan publikasi terbanyak adalah McNicholas F dengan 51 artikel, sementara University College London tercatat sebagai afiliasi dengan jumlah publikasi tertinggi yaitu 274 artikel. United Kingdom menjadi negara dengan kontribusi publikasi terbanyak, yakni 4.554 artikel.

Analisis bibliometrik juga mengungkapkan bahwa isu kesehatan mental remaja masih memiliki banyak ruang untuk dieksplorasi, khususnya dalam tema-tema yang belum banyak diteliti. Dengan semakin beragamnya isu yang muncul, penelitian ini diharapkan dapat mendorong lahirnya kolaborasi antarpeneliti, memperkuat arah kebijakan kesehatan mental, serta membuka jalan bagi pengembangan intervensi yang lebih efektif dalam mendukung kesejahteraan remaja di berbagai belahan dunia.

Share this: