Dosen Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi Fikom Unpad Menulis Buku “Layanan Film Dokumenter di Museum”

Bandung, 2024 — Buku terbaru berjudul “Layanan Film Dokumenter di Museum” karya Fitri Perdana dan H. Drs. Dian Sinaga, M.Si menyoroti strategi inovatif Museum Konferensi Asia-Afrika di Bandung dalam memperkuat fungsi edukasi, rekreasi, dan observasi melalui koleksi khas berupa layanan film dokumenter.

Penulis menjelaskan bahwa layanan film dokumenter hadir sebagai medium penting untuk menghadirkan kembali jejak sejarah Konferensi Asia-Afrika 1955, sekaligus menyebarkan nilai-nilai universal seperti kerja sama, kesetaraan, dan perdamaian dunia. Sebagai dokumen non-tekstual, film dokumenter mampu memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif, mendalam, dan emosional bagi pengunjung museum.

Buku ini mengulas siapa target utama layanan tersebut, yakni pelajar, mahasiswa, peneliti, hingga masyarakat umum yang ingin memahami sejarah bangsa serta diplomasi internasional. Dengan pendekatan ini, museum tidak hanya menjadi tempat penyimpanan artefak, tetapi juga bertransformasi menjadi pusat pembelajaran publik.

Kajian ini juga membahas kapan dan mengapa inovasi ini penting. Sejak dicanangkannya Tahun Kunjungan Museum oleh pemerintah, berbagai museum di Indonesia dituntut lebih kreatif agar diminati masyarakat. Layanan film dokumenter menjadi jawaban untuk mengatasi citra museum yang sering dianggap kuno dan membosankan.

Lebih jauh, layanan ini mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dengan memperluas akses literasi sejarah, serta SDG 11 (Kota dan Pemukiman Berkelanjutan) dengan menjadikan museum sebagai ruang publik inklusif yang melestarikan warisan budaya.

Selengkapnya dapat dibaca di: http://media.unpad.ac.id/files/publikasi/2025/rpm_20250212093819_7873.pdf

Penulis: Ridha Amalia, Nadziva Shaqeena Firdaus, Shelpi Nur Awaliyah

Share this: