Kolaborasi Penelitian Pelestarian Bahasa Jawa di Kalangan Remaja Yogyakarta: Tantangan dan Harapan

Bandung, 2025 — Penelitian yang dilakukan oleh Astri Wulandari dari Fakultas Ilmu Komunikasi Telkom University bersama Deddy Mulyana, Purwanti Hadisiwi, dan Edwin Rizal dari Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran mengungkap dinamika pewarisan tingkat tutur bahasa Jawa di kalangan remaja di Kotabaru, Yogyakarta. Studi ini menyoroti peran keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial dalam menjaga bahasa sebagai identitas budaya.

Dengan menggunakan metode etnografi komunikasi, para peneliti melakukan observasi lapangan dan wawancara dengan remaja, guru, dan orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja Yogyakarta lebih sering menggunakan bahasa Jawa tingkat ngoko dalam interaksi sehari-hari, sementara penggunaan krama semakin berkurang. Meski demikian, krama tetap dipandang sebagai simbol kesopanan dan identitas budaya Jawa.

Sekolah terbukti memiliki peran dominan dalam pewarisan bahasa Jawa melalui mata pelajaran muatan lokal. Namun, masih ditemukan kendala, seperti kurangnya buku ajar yang sistematis dan terbatasnya praktik penggunaan bahasa krama di rumah. Akibatnya, remaja sering mengalami kesulitan memahami kosakata dan tata bahasa Jawa tingkat tinggi.

Temuan ini menunjukkan bahwa pewarisan bahasa daerah tidak bisa hanya bergantung pada pendidikan formal. Keluarga dan komunitas juga memegang peran penting dalam menanamkan nilai bahasa sebagai warisan budaya. Tanpa keterlibatan aktif berbagai pihak, dikhawatirkan bahasa Jawa—khususnya tingkat krama—akan semakin terpinggirkan dalam kehidupan sehari-hari remaja.

Penelitian ini menegaskan pentingnya pelestarian bahasa daerah sebagai bagian dari SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), yakni menjamin pendidikan inklusif dan penghargaan terhadap keberagaman budaya dalam proses belajar. Dengan memperkuat pendidikan bahasa Jawa, generasi muda tidak hanya memperoleh pengetahuan linguistik, tetapi juga nilai-nilai etika dan budaya yang memperkuat identitas mereka.

Upaya menjaga bahasa Jawa di kalangan remaja bukan sekadar soal komunikasi, tetapi juga strategi memperkuat identitas budaya dan literasi lokal dalam menghadapi arus globalisasi.

Artikel selengkapnya tersedia di: http://media.unpad.ac.id/files/publikasi/2025/rpm_20250202090300_1299.pdf

Penulis: Ridha Amalia, Nadziva Shaqeena Firdaus, Shelpi Nur Awaliyah

Share this: