Mahasiswa dan Dosen PSI Fikom Unpad Memetakan Peran Pengetahuan Lokal dalam Mitigasi Bencana melalui Analisis Bibliometrik

Pada 17 Agustus 2024, artikel jurnal berjudul “Pemetaan Bibliometrik dengan VOSviewer terhadap Pengetahuan Lokal Mitigasi Bencana” resmi diterbitkan oleh Alifa Ufaira Yusuf, Wina Erwina, dan Yunus Winoto. Publikasi ini hadir sebagai respon terhadap kebutuhan akan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai peran pengetahuan lokal dalam upaya mengurangi dampak bencana, sekaligus memperkaya literatur akademik di bidang kebencanaan.

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya kajian mengenai integrasi pengetahuan lokal dengan sains dalam konteks mitigasi bencana. Padahal, kearifan lokal memiliki kontribusi signifikan terhadap ketahanan masyarakat, baik dalam kesiapsiagaan maupun dalam strategi pengurangan risiko bencana. Melalui penelitian ini, penulis berupaya memetakan tren publikasi ilmiah yang mengangkat tema tersebut secara lebih sistematis.

Metode penelitian menggunakan pendekatan bibliometrik dengan basis data Scopus pada rentang tahun 2019–2023. Analisis dilakukan melalui teknik co-citation serta visualisasi network dan density menggunakan perangkat lunak VOSviewer. Dari hasil penelusuran, diperoleh 98 dokumen yang mengutip dua penelitian secara bersamaan, dengan sebagian besar menyoroti integrasi pengetahuan pribumi dan sains dalam strategi mitigasi.

Temuan penelitian ini mengidentifikasi delapan klaster utama yang menggambarkan fokus kajian berbeda-beda. Klaster tersebut mencakup topik integrasi pengetahuan tradisional dan ilmiah, manajemen risiko bencana, hingga peran partisipasi komunitas dalam memperkuat resiliensi. Pola hubungan antarpenelitian yang dihasilkan memperlihatkan bahwa pengetahuan lokal masih menjadi sumber daya berharga yang belum sepenuhnya dieksplorasi dalam literatur akademik.

Penelitian ini juga menegaskan pentingnya mengangkat pengetahuan lokal sebagai basis inovasi dalam kebijakan publik dan praktik mitigasi bencana. Dengan memadukan kearifan lokal dan pendekatan ilmiah, strategi pengurangan risiko dapat dirancang lebih adaptif, inklusif, dan berkelanjutan. Hal ini sekaligus memperkuat posisi masyarakat lokal sebagai aktor utama dalam membangun ketahanan terhadap bencana.

Publikasi ini relevan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG’s), khususnya SDG’s 11 mengenai kota dan komunitas berkelanjutan serta SDG’s 13 tentang penanganan perubahan iklim. Dengan adanya pemetaan ini, peluang riset baru terbuka lebar, terutama dalam mendorong kolaborasi lintas disiplin dan memperluas pengakuan terhadap kontribusi kearifan lokal di ranah kebencanaan global.

Share this: