Bandung, 19 Januari 2025 – Artikel ilmiah berjudul “Tren Penelitian Kesehatan Mental Remaja: Analisis Bibliometrik dalam Satu Dekade Terakhir” resmi dipublikasikan pada 19 Januari 2025. Publikasi ini menjadi salah satu kontribusi dalam upaya memperluas wawasan akademik mengenai perkembangan penelitian kesehatan mental remaja di tingkat global. Artikel ini ditulis oleh Ikhsan Sirojul Wahhaj, Rully Khairul Anwar, dan Yunus Winoto yang berfokus pada penyusunan kajian bibliometrik dengan tujuan untuk memetakan tren, kolaborasi, dan tema utama penelitian terkait kesehatan mental remaja dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir.
Penelitian ini dipublikasikan melalui kanal jurnal akademik nasional yang berfokus pada pengembangan ilmu pengetahuan di bidang pendidikan, literasi, dan psikologi remaja. Kajian ini dilakukan dengan mengambil data dari Scopus, salah satu basis data akademik terbesar di dunia. Dengan menggunakan metode analisis deskriptif, penelitian ini memetakan empat aspek utama: jurnal, penulis, dan afiliasi paling produktif; tren publikasi dari waktu ke waktu; negara paling aktif dalam publikasi; serta topik penelitian kesehatan mental remaja berdasarkan kata kunci.
Latar belakang publikasi ini berkaitan dengan meningkatnya perhatian masyarakat internasional terhadap isu kesehatan mental remaja, yang menjadi salah satu tantangan global. Penelitian ini juga sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDG’s 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera serta SDG’s 4: Pendidikan Bermutu).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah publikasi terkait kesehatan mental remaja mengalami peningkatan signifikan sejak 2017 hingga mencapai puncaknya pada tahun 2024 dengan total 697 artikel. Jurnal dengan jumlah publikasi terbanyak adalah Journal of Child Psychology and Psychiatry and All dengan 97 artikel. Penulis dengan publikasi terbanyak adalah McNicholas F dengan 51 artikel, sementara University College London tercatat sebagai afiliasi dengan jumlah publikasi tertinggi yaitu 274 artikel. United Kingdom menjadi negara dengan kontribusi publikasi terbanyak, yakni 4.554 artikel.
Analisis bibliometrik juga mengungkapkan bahwa isu kesehatan mental remaja masih memiliki banyak ruang untuk dieksplorasi, khususnya dalam tema-tema yang belum banyak diteliti. Dengan semakin beragamnya isu yang muncul, penelitian ini diharapkan dapat mendorong lahirnya kolaborasi antarpeneliti, memperkuat arah kebijakan kesehatan mental, serta membuka jalan bagi pengembangan intervensi yang lebih efektif dalam mendukung kesejahteraan remaja di berbagai belahan dunia.