Menggali Ilmu Kesehatan dari Cerita Rakyat, Riset Kolaboratif Dosen dan Mahasiswa Unpad

Artikel ilmiah berjudul “Pengetahuan Lokal Kesehatan dalam Narasi Prosa Rakyat Indonesia” resmi diterbitkan pada Jurnal ANUVA: Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi tahun 2024. Penelitian ini ditulis oleh Rizki Nurislaminingsih, Fitri Perdana, dan Roro Isyawati Permata Ganggi yang merupakan dosen serta mahasiswa Universitas Padjadjaran.

Kajian ini lahir dari perhatian terhadap cara masyarakat memandang cerita rakyat. Selama ini, dongeng atau legenda sering dianggap sekadar sarana hiburan anak-anak. Padahal, penelitian ini menemukan bahwa narasi rakyat Indonesia menyimpan beragam pengetahuan lokal yang berkaitan erat dengan kesehatan, baik fisik maupun psikis.

Melalui pendekatan analisis isi, para peneliti berhasil mengidentifikasi unsur ilmiah dalam berbagai cerita rakyat. Misalnya, kisah Kemuning yang menyinggung bahan alami untuk perawatan kulit, Si Pitung yang mengaitkan bela diri dengan olahraga, hingga legenda Hantu Laut Datuk Jerampang yang menyiratkan informasi mengenai hewan laut beracun. Cerita lain seperti Batu Kuwung, Lutung Kasarung, dan Dewi Sri juga mengandung pengetahuan tentang penyembuhan tradisional, sumber makanan, serta pentingnya karbohidrat.

Penelitian ini menegaskan bahwa prosa rakyat tidak hanya menyampaikan nilai moral, tetapi juga memuat informasi kesehatan yang dapat dimanfaatkan sebagai referensi pendidikan. Dengan demikian, dongeng dapat menjadi sarana pembelajaran yang menyenangkan sekaligus menambah wawasan anak-anak mengenai aspek kesehatan dalam kehidupan sehari-hari. Dari hasil penelitian, diketahui bahwa pengetahuan lokal dalam cerita rakyat mencakup berbagai dimensi, mulai dari kesehatan kulit, organ dalam, gerak tubuh, sumber nutrisi, hingga aspek psikis. Kesimpulan ini membuka peluang agar dongeng dimanfaatkan lebih luas, tidak terbatas pada hiburan, melainkan juga sebagai media penyebaran informasi kesehatan berbasis budaya.

Publikasi ini sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Bermutu dan SDG 11 mengenai Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan. Kehadiran riset ini diharapkan dapat menginspirasi para pendongeng, pendidik, serta masyarakat luas untuk mengintegrasikan pengetahuan lokal dalam upaya pelestarian budaya sekaligus peningkatan kualitas hidup.

Artikel selengkapnya tersedia di: http://media.unpad.ac.id/files/publikasi/2025/rpm_20250210140335_8250.pdf

Penulis: Ridha Amalia, Nadziva Shaqeena Firdaus, dan Arroyya Nur Safitri

Share this: