Perpustakaan di era digital mengalami perubahan peran yang signifikan, dari sekadar tempat penyimpanan buku menjadi pusat pembelajaran, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat. Dalam artikelnya, Drs. H. Dian Sinaga, M.Si. menekankan bahwa kemitraan dan pemanfaatan teknologi informasi adalah kunci utama dalam mewujudkan transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial.
Gagasan ini diterbitkan pada tahun 2025 melalui buku Masa Depan Perpustakaan: Antara Inovasi dan Adaptasi Teknologi, yang menjadi momentum penting dalam menjawab tantangan literasi dan kesenjangan digital di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Drs. Dian Sinaga mengajak pemerintah, lembaga pendidikan, sektor swasta, komunitas, dan organisasi non-pemerintah untuk berkolaborasi dalam memperkuat kapasitas dan kualitas layanan perpustakaan.
Konsep yang ditawarkan relevan diterapkan di seluruh Indonesia, baik di perkotaan maupun daerah terpencil. Perpustakaan dapat menjadi jembatan pengetahuan yang memastikan seluruh masyarakat memiliki kesempatan yang sama dalam mengakses informasi, pendidikan, dan peluang pengembangan diri.
Transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial juga menjawab kebutuhan mendesak untuk mengurangi kesenjangan digital. Melalui digitalisasi koleksi, penerapan katalog daring, layanan e-learning, serta penyediaan akses internet gratis, perpustakaan dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih mudah diakses, inklusif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.
Lebih jauh, gagasan ini sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). SDG 4, yang menekankan pentingnya pendidikan berkualitas untuk semua, tercermin dalam peran perpustakaan sebagai pusat literasi dan pembelajaran sepanjang hayat. Sementara itu, SDG 17 tentang kemitraan global diwujudkan melalui kolaborasi lintas sektor yang memperkuat posisi perpustakaan sebagai pilar pemberdayaan sosial.
Dengan strategi yang terarah dan dukungan dari berbagai pihak, perpustakaan dapat menjadi motor penggerak literasi, pendidikan, dan inklusi sosial. Artikel Drs. Dian Sinaga menegaskan bahwa perpustakaan masa depan adalah ruang terbuka yang memberdayakan masyarakat dan menciptakan kesempatan yang setara bagi semua orang.
Artikel selengkapnya tersedia di: http://media.unpad.ac.id/files/publikasi/2025/rpm_20250212090140_8356.pdf
Penulis: Ridha Amalia, Nadziva Shaqeena Firdaus, Shelpi Nur Awaliyah