Mahasiswa Perpustakaan dan Sains Informasi Fikom Unpad Teliti Korelasi Literasi Informasi Mahasiswa dengan Pemanfaatan AI Text Generator dalam Studi Akademik

Muhaemin, seorang mahasiswa dari Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi (PSI) Fikom Unpad, bersama dosen pendamping Elnovani Lusiana dan Ute Lies Siti Khadijah, telah menerbitkan artikel ilmiah berjudul “Korelasi Literasi Informasi Mahasiswa dengan Pemanfaatan AI Text Generator dalam Studi Akademik.” Artikel ini dipublikasikan di Research Literacy Journal (RLJ) Q3, Volume 10, Nomor 2, Tahun 2024.

Publikasi ini berfokus pada fenomena penggunaan AI Text Generator (ATG) yang semakin meluas di kalangan mahasiswa. Teknologi ini memberikan banyak kemudahan, terutama dalam membantu mahasiswa menyusun proposal penelitian, mengembangkan ide, mencari referensi, hingga meningkatkan kualitas penulisan akademik. Namun, penggunaan yang tidak bijak juga berpotensi menimbulkan dampak negatif.

Latar belakang penelitian ini berangkat dari kebutuhan untuk memahami bagaimana literasi informasi berperan dalam pemanfaatan teknologi berbasis kecerdasan buatan. Tujuan utama penelitian adalah untuk menggambarkan korelasi antara literasi informasi mahasiswa dengan penggunaan AI Text Generator dalam penyelesaian studi akademik.

Penelitian dilakukan dengan metode korelasi sederhana untuk mengukur derajat hubungan antara dua variabel, yaitu tingkat literasi informasi mahasiswa (berdasarkan lima indikator utama) dan intensitas penggunaan AI Text Generator.

Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi signifikan dengan tingkat kekuatan korelasi dalam kategori sedang. ChatGPT dan Perplexity menjadi jenis ATG yang paling banyak digunakan mahasiswa, diikuti oleh beberapa platform lain. Alasan utama mahasiswa memanfaatkan ATG meliputi pengembangan ide dan informasi, efisiensi waktu, bantuan penulisan, pengembangan konsep, penyediaan referensi, pemecahan masalah, serta peningkatan kualitas tulisan.

Temuan ini menegaskan bahwa literasi informasi memiliki peran penting dalam menentukan sejauh mana mahasiswa dapat menggunakan AI Text Generator secara optimal. Meski demikian, kedua variabel ini tidak sepenuhnya saling bergantung, sehingga masih diperlukan keterampilan literasi yang kuat untuk memaksimalkan manfaat teknologi.

Artikel ini relevan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin ke-4 tentang Pendidikan Bermutu dan poin ke-9 tentang Infrastruktur, Industri, dan Inovasi. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam pemanfaatan teknologi berbasis AI di lingkungan pendidikan tinggi.

Hasil penelitian selengkapnya dapat dibaca di: http://media.unpad.ac.id/files/publikasi/2025/rpm_20250128080739_2616.pdf

Penulis: Ridha Amalia, Nadziva Shaqeena, dan Naresh Aurelia Berliana.

Share this: