Susanne Dida, seorang mahasiswa dari Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi (PSI) Fikom Unpad, bersama dosen pendamping Elnovani Lusiana, Retasari Dewi, Evi Nursanti Rukmana, dan Abdul Qayoum Safi, telah menerbitkan artikel ilmiah berjudul “Health Information Literacy among Children at Reading Communities in Sumedang Regency.” Artikel ini dipublikasikan di Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan (JKIP) Sinta 2, Vol. 12, No. 2 (Desember 2024), halaman 325–344.
Publikasi ini berfokus pada pentingnya literasi informasi kesehatan bagi anak-anak, mengingat kelompok usia ini sangat rentan terhadap penyakit akibat kebiasaan hidup yang kurang sehat. Taman Bacaan Masyarakat (TBM) sebagai pusat literasi memiliki peran penting tidak hanya sebagai penyedia bacaan, tetapi juga sebagai fasilitator informasi kesehatan yang bermanfaat bagi tumbuh kembang anak.
Latar belakang penelitian ini berangkat dari kebutuhan akan informasi kesehatan yang benar dan mudah dipahami oleh anak-anak. Tujuan utama penelitian adalah untuk mengetahui sejauh mana literasi informasi kesehatan dapat terbentuk pada anak-anak melalui peran TBM di Kabupaten Sumedang.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yang dilakukan pada anak-anak di tiga TBM, yaitu TBM Lingkaran Cahaya, TBM Bina Kreasi Muda, dan TBM Pabukon Ngadongeng. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, serta studi dokumentasi yang kemudian dianalisis dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak di TBM telah mampu mengenali kebutuhan informasi kesehatan, namun belum sepenuhnya memahami proses penerapan yang tepat. Ketiga TBM menyediakan bahan bacaan beragam seperti buku, komik, dan majalah, serta menyelenggarakan kegiatan literasi kesehatan yang disesuaikan dengan minat pengguna. Selain itu, TBM juga mendorong pemahaman melalui aktivitas read aloud dan think aloud, meskipun masih terdapat keterbatasan dalam akses informasi kesehatan.
Artikel ini memiliki relevansi dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin ke-3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera serta poin ke-4 tentang Pendidikan Bermutu. Penelitian ini memberikan contoh nyata bagaimana lembaga literasi masyarakat dapat berinovasi dalam memberikan edukasi kesehatan, sekaligus memperkuat peran TBM sebagai pusat pembelajaran yang inklusif.
Artikel selengkapnya tersedia di: http://media.unpad.ac.id/files/publikasi/2025/rpm_20250210092026_2428.pdf
Penulis: Ridha Amalia, Nadziva Shaqeena, dan Naresh Aurelia Berliana.