Mahasiswa Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi Raih Juara 2 pada Lomba Esai Inovatif Pekan Akademik Universitas Padjadjaran

Jatinangor – 06 Desember 2025. Prestasi membanggakan kembali diukir oleh mahasiswa Universitas Padjadjaran dalam ajang Pekan Akademik (Pakuan) Unpad 2025. Tim kolaborasi lintas disiplin yang diketuai oleh Iwan Ridwan Ramdani dari Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi, bersama Achmad Faruq Mahdison (Informatika) dan Aliya Nur Alifah (Kedokteran Gigi), berhasil menyabet Juara 2 dalam Lomba Esai Inovatif. Mereka mengusung gagasan visioner bertajuk “Dari Asa Menjadi Makna: Transformasi P2K2 Unpad melalui Komunitas Nara Jiwa sebagai Gerakan Kolektif Kesehatan Mental Mahasiswa”.

Inovasi yang ditawarkan melalui esai ini adalah program “Nara Jiwa – Narasi Teman Sebaya”, sebuah ruang aman berbasis digital yang dirancang khusus untuk lingkungan kampus. Program ini hadir sebagai solusi intervensi preventif yang memungkinkan mahasiswa mengelola tekanan akademik, sosial, dan emosional secara anonim dan empatik. Melalui pemanfaatan teknologi Progressive Web App dan media sosial edukatif, Nara Jiwa diposisikan sebagai jembatan awal bagi mahasiswa sebelum mereka memutuskan untuk mengakses layanan profesional secara langsung.

Pengembangan Nara Jiwa bertujuan utama untuk meningkatkan literasi kesehatan mental serta memperkuat budaya help-seeking behavior di kalangan mahasiswa. Dengan mengintegrasikan sistem pendampingan emosional berbasis teman sebaya ke dalam layanan Pusat Penguatan Karakter dan Konseling (P2K2) Unpad, tim ini berharap dapat menciptakan ekosistem dukungan psikologis yang inklusif dan responsif. Gerakan kolektif ini diharapkan mampu mentransformasi budaya kampus menjadi lingkungan yang lebih peduli dan sadar akan pentingnya kesejahteraan psikologis di era digital.

Perjalanan tim menuju podium juara penuh dengan tantangan teknis dan emosional. Persiapan intensif dilakukan hanya dalam waktu tiga hari menjelang penutupan pendaftaran. Perbedaan latar belakang keilmuan anggota tim menuntut koordinasi yang luar biasa, di mana diskusi pengerjaan esai seringkali dilakukan hingga larut malam demi menyatukan jadwal yang padat. Bagi Iwan sebagai ketua tim, mengintegrasikan perspektif ilmu informasi dengan isu kesehatan mental merupakan proses pembelajaran mendalam yang memerlukan eksplorasi informasi yang luas.

Iwan bersama Faruq ketika menghadiri penyerahan penghargaan dalam Pakuan Unpad 2025

Pada hari pelaksanaan presentasi, tim harus menghadapi situasi sulit karena salah satu anggota, Aliya, berhalangan hadir akibat kondisi kesehatan. Meskipun presentasi hanya dilakukan oleh Iwan dan Faruq, semangat tim tetap terjaga. Iwan yang telah berpengalaman dalam kompetisi berupaya menenangkan Faruq yang menjalani debut lomba pertamanya. Ketegangan selama menunggu hasil pengumuman bahkan mereka alihkan dengan kegiatan santai seperti menonton film dan makan bersama, sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras yang telah dilakukan.

Keberhasilan meraih posisi kedua ini menjadi kejutan sekaligus pembuktian bagi tim. Meski dipersiapkan dalam waktu yang sangat singkat oleh anggota yang berasal dari latar belakang berbeda, semangat rasa ingin tahu yang tinggi mampu membuahkan hasil yang signifikan. Pencapaian ini diharapkan tidak hanya menjadi catatan prestasi akademis semata, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam mendukung keberlanjutan program kesehatan mental di Universitas Padjadjaran.

Penulis: Iwan Ridwan Ramdani

Share this: