Mahasiswa Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi Fikom Unpad Kaji Layanan Repositori sebagai Pilar Akses Ilmu Pengetahuan dan Inovasi

Mahasiswa Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi melakukan Analisis Perkembangan Pengelolaan Layanan Repositori Perguruan Tinggi Negeri Universitas Padjadjaran. Studi ini menelusuri perkembangan repositori sejak pertama kali dirintis pada tahun 2009 hingga kondisi terkini pada 2024.

Penelitian yang dilakukan oleh Fissilmi Kaffah, Edwin Rizal, dan Tine Silvana ini menggunakan metode kualitatif melalui observasi, wawancara, serta kajian literatur. Fokus utamanya adalah bagaimana manajemen koleksi, perangkat lunak, dan kebijakan akses repositori Unpad berkembang dari waktu ke waktu untuk mendukung kebutuhan sivitas akademika.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa repository Unpad telah mengalami berbagai fase penting: dari Serah Simpan Karya Ilmiah (SSK) pada 2009, beralih ke platform Dspace (2011), kemudian EPrints (2016), OPUS (2019), hingga kini kembali menggunakan Dspace pasca-maintenance 2024. Setiap fase menunjukkan upaya peningkatan akses, meski juga menghadapi tantangan seperti gangguan teknis akibat padamnya listrik dan keterbatasan akses penuh terhadap karya ilmiah.

Repositori Unpad memiliki peran strategis sebagai pusat arsip digital karya ilmiah mahasiswa dan dosen. Dengan terintegrasinya repositori ke dalam RAMA Repository Nasional, koleksi ilmiah Unpad dapat berkontribusi pada pencegahan plagiarisme sekaligus memperluas jangkauan informasi. Hal ini menjadikan repositori sebagai instrumen penting dalam memperkuat kualitas pendidikan tinggi dan tata kelola riset.

Relevansinya juga sejalan dengan SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas) karena mendukung keterbukaan akses ilmu pengetahuan, meningkatkan literasi akademik, serta menjadi sumber pembelajaran bagi mahasiswa dan peneliti. Di sisi lain, repositori ini berkontribusi pada SDGs 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dengan menyediakan infrastruktur informasi digital yang inovatif, mendukung kolaborasi riset, dan memperkuat reputasi institusi di tingkat global.

Melalui penelitian ini, diharapkan Unpad terus memperbaiki birokrasi dan manajemen repositori agar menjadi pusat akses pengetahuan yang inklusif, berdaya guna, serta berkontribusi nyata pada kemajuan pendidikan dan inovasi di Indonesia.

Artikel selengkapnya tersedia di: http://media.unpad.ac.id/files/publikasi/2025/rpm_20250123143320_4083.pdf

Penulis: Ridha Amalia, Nadziva Shaqeena Firdaus, Shelpi Nur Awaliyah

Share this: