Brilliant Awal, seorang mahasiswa dari Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi (PSI) Fikom Unpad, bersama dosen pendamping Prof. Susie Perbawasari dan Dr. Elnovani Lusiana, telah menerbitkan artikel ilmiah berjudul “Bandung City Communication and Information Services Media Relations Strategy in Managing Publications in the Mass Media.” Penelitian ini dipublikasikan di Jurnal Communicatus (Sinta 2), Volume 8 Nomor 2 (2024) halaman 144–158.
Publikasi ini berfokus pada strategi hubungan media yang dilakukan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung sebagai respons terhadap kasus penangkapan Wali Kota Bandung, Yana Mulyana, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kejadian ini memicu perhatian media secara luas dan intensif, sehingga menuntut Diskominfo untuk mengelola publikasi dengan baik demi menjaga citra pemerintah kota.
Latar belakang penelitian ini berangkat dari kebutuhan untuk memahami bagaimana lembaga pemerintah menghadapi krisis komunikasi di era keterbukaan informasi publik. Tujuan utama penelitian adalah untuk menganalisis strategi media relations Diskominfo dalam mempertahankan citra positif pemerintah kota sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat.
Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif deskriptif, menggunakan teknik analisis data model Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Data dikumpulkan melalui dokumentasi publikasi media, siaran pers, dan konferensi pers yang dilakukan Diskominfo, serta analisis hubungan dengan media massa.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Diskominfo memanfaatkan berbagai strategi, seperti penerbitan siaran pers, penyelenggaraan konferensi pers, dan kerja sama dengan media. Strategi ini terbukti mampu mereduksi dampak negatif publikasi media sekaligus membangun narasi positif pemerintah kota. Hubungan yang terjalin dengan media massa bersifat saling menguntungkan: media mendapatkan akses informasi yang lebih mudah, sementara Diskominfo dapat memastikan pesan yang disampaikan tetap terkendali. Namun, temuan juga mencatat adanya kekhawatiran masyarakat mengenai independensi media dalam meliput isu-isu krusial.
Artikel ini relevan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin ke-16 tentang Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Kuat, serta poin ke-17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Dengan menekankan pentingnya keseimbangan antara transparansi, independensi media, dan strategi komunikasi pemerintah, penelitian ini memberikan wawasan berharga bagi pengelolaan komunikasi publik di tengah krisis.
Artikel selengkapnya tersedia di: http://media.unpad.ac.id/files/publikasi/2025/rpm_20250128080113_3170.pdf
Penulis: Ridha Amalia, Nadziva Shaqeena Firdaus, dan Naresh Aurelia Berliana