BANDUNG, 2025 – Dua mahasiswa dari Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi (PSI) Fikom Unpad, Fina Apriyana dan Naresh Aurelia Berliana, bersama dengan dua dosen, Dr. Ute Lies Siti Khadijah dan Dr. Saleha Rodiah, telah menerbitkan artikel ilmiah berjudul “Manajemen pengetahuan dalam melestarikan tradisi Seren Taun di Cigugur Kuningan.” Publikasi ini mengkaji peran manajemen pengetahuan dalam menghadapi tantangan modernisasi dan memastikan keberlanjutan tradisi upacara adat Seren Taun di Cigugur, Kabupaten Kuningan.
Latar belakang penelitian ini adalah keberlanjutan tradisi Seren Taun yang menghadapi tantangan di era modern. Upacara adat ini sarat dengan nilai budaya dan kearifan lokal, namun transmisi pengetahuannya perlu terus ditingkatkan agar tetap relevan dan dihayati oleh generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana manajemen pengetahuan dapat berperan dalam melestarikan tradisi ini.
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan masyarakat adat, panitia Seren Taun, tokoh masyarakat, serta studi dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek manusia (pengetahuan dari tetua adat, keterlibatan generasi muda), organisasi (peran Yayasan Tri Mulya Tri Wikrama dan kepanitiaan), dan teknologi (media sosial dan platform digital) memiliki peran penting dalam mengelola dan mewariskan pengetahuan tentang Seren Taun. Meskipun demikian, terdapat tantangan seperti kurangnya dokumentasi sistematis dan partisipasi generasi muda.
Artikel ilmiah ini telah dipublikasikan di Informatio: Journal of Library and Information Science, Vol. 5, No. 1, Januari 2025. Temuan penelitian ini memberikan wawasan berharga bahwa pendekatan manajemen pengetahuan dapat menjadi solusi untuk menjembatani kearifan masa lalu dengan generasi masa kini, memastikan tradisi tetap hidup dan lestari.
Penelitian ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), yaitu poin ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas dan poin ke-11 tentang Kota dan Permukiman Berkelanjutan. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan manajemen pengetahuan dapat berkontribusi pada peningkatan pendidikan tentang budaya lokal serta pelestarian warisan budaya yang merupakan bagian penting dari permukiman yang berkelanjutan.
Artikel selengkapnya tersedia di:
http://media.unpad.ac.id/files/publikasi/2025/rpm_20250205215457_6631.pdf
Penulis: Ridha Amelia, Nadziva Shaqeena, dan Zidan Apriliano Mulyadi