Mahasiswa PSI Unpad Teliti Aktivitas Knowledge Sharing Pustakawan di Perpustakaan BRIN

BANDUNG, 2024 — Dalam upaya memahami dinamika pertukaran informasi di lembaga riset, Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi (PSI) Universitas Padjadjaran melakukan penelitian mendalam mengenai knowledge sharing di Perpustakaan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Penelitian kolaboratif yang melibatkan mahasiswa Rizki Romadona bersama dosen Rully Khairul Anwar dan Saleha Rodiah ini menganalisis proses, bentuk, dan tahapan berbagi pengetahuan sebagai bagian integral dari manajemen pengetahuan guna mendukung inovasi dan memperkuat layanan perpustakaan khusus.

Penelitian ini digagas karena kebutuhan mendesak BRIN untuk mengoptimalkan pengelolaan pengetahuan pasca-penggabungan berbagai lembaga penelitian nasional. Proses integrasi ini menimbulkan tantangan signifikan, khususnya terkait potensi kesenjangan kompetensi di antara para pustakawan yang berasal dari latar belakang lembaga yang beragam. Dengan mengidentifikasi dan memahami proses knowledge sharing, para peneliti berharap dapat memperkuat kolaborasi, menyelaraskan nilai-nilai lembaga, dan mendorong inovasi layanan perpustakaan yang lebih efektif.

Untuk mencapai tujuan tersebut, tim peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, yang berfokus pada Perpustakaan BRIN di bawah Direktorat Repositori, Multimedia, dan Penerbitan Ilmiah. Enam pustakawan BRIN, termasuk koordinator dan staf inti, dilibatkan sebagai informan utama. Analisis data didasarkan pada teori Spiral Pengetahuan (SECI) dari Nonaka dan Takeuchi, yang membagi proses knowledge sharing ke dalam empat tahapan kunci: sosialisasi, eksternalisasi, kombinasi, dan internalisasi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pustakawan BRIN sangat aktif dalam kegiatan berbagi pengetahuan, baik secara formal maupun informal. Tahap sosialisasi terwujud dalam kegiatan seperti workshop, rapat koordinasi, bimbingan teknis, dan diskusi santai. Selanjutnya, tahap eksternalisasi dan kombinasi diimplementasikan melalui pendokumentasian dan penyimpanan pengetahuan dalam berbagai format digital, termasuk notulensi, infografis, prosiding, dan sistem Google Drive. Ini memastikan bahwa pengetahuan dapat diakses kembali dan dimanfaatkan sebagai dasar pengambilan keputusan.

Penerapan knowledge sharing secara luring dan daring ini memungkinkan pertukaran ide yang dinamis antar pustakawan, mengatasi hambatan yang mungkin timbul dari latar belakang unit yang berbeda. Proses ini tidak hanya membantu mengurangi kesenjangan kompetensi, tetapi juga memperkuat sinergi tim. Temuan ini menegaskan bahwa manajemen pengetahuan adalah strategi fundamental untuk meningkatkan inovasi dan efektivitas layanan perpustakaan di tingkat riset nasional.

Studi ini memiliki relevansi yang kuat dengan komitmen global terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Kontribusinya sejalan dengan SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) karena mendorong peningkatan kapasitas pustakawan dalam ekosistem riset, serta SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) karena mendukung pengelolaan informasi yang berkelanjutan. Penelitian yang telah melewati proses peer-review ketat ini diterima pada 8 Oktober 2024 dan resmi dipublikasikan pada 6 Desember 2024, membuktikan bahwa temuan ini telah diakui dan siap menjadi referensi bagi komunitas ilmiah.

Artikel selengkapnya tersedia di:http://media.unpad.ac.id/files/publikasi/2025/rpm_20250205215930_1083.pdf 

Penulis: Ridha Amalia, Nadziva Shaqeena, dan Moh. Fikri Ardinata Fuadi

Share this: