Sumedang, 23 Mei 2026 -Tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Karya Inovatif atau PKM-KI Universitas Padjadjaran berhasil lolos pendanaan tahun 2026 melalui proposal berjudul “Transformasi Produksi Kemplang Tunu melalui Smart Rotary Roaster Berbasis Mikrokontroler: Solusi Peningkatan Kapasitas dan Standarisasi Mutu Produk Lokal Sumatera.”
Tim ini diketuai oleh Irfan Fransisco dari Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi, dengan anggota Iwan Ridwan Ramdani dari Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi, Fatih Harsya Ramadhan Dirgantara dari Program Studi Agroteknopreneur, Daryl Yudhopatria Adinegara dari Program Studi Fisika, serta M. Rafi Aulia Amrullah dari Program Studi Teknologi Pangan.
Proposal tersebut mengangkat tema Kemandirian Pangan, Energi, dan Air, yang menjadi salah satu fokus dalam Program Kreativitas Mahasiswa. Tim ini juga menjadi satu-satunya tim Universitas Padjadjaran yang lolos pendanaan pada bidang PKM-KI tahun 2026.
Inovasi yang dikembangkan berangkat dari permasalahan produksi kemplang tunu yang masih banyak dilakukan secara manual. Proses manual tersebut berdampak pada keterbatasan kapasitas produksi, ketidakkonsistenan mutu, serta penggunaan waktu dan tenaga yang belum optimal.
Melalui pengembangan Smart Rotary Roaster berbasis mikrokontroler, tim mengusulkan solusi teknologi yang mampu membantu proses pemanggangan kemplang tunu menjadi lebih efisien, terukur, dan konsisten. Alat ini dirancang untuk mempersingkat waktu produksi sekaligus meningkatkan jumlah produksi dibandingkan proses pemanggangan manual.
Selain itu, inovasi ini diharapkan dapat mendukung standarisasi mutu produk kemplang tunu serta memperkuat keberlanjutan usaha pangan lokal berbasis masyarakat. Meskipun mitra atau objek sasaran UMKM masih dalam tahap penentuan, gagasan ini diarahkan untuk memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha kemplang tunu di Sumatera.
Ketua tim, Irfan Fransisco, menyampaikan bahwa keberhasilan ini menjadi momen yang sangat mengejutkan sekaligus membanggakan bagi tim.
“Jujur, kami masih tidak percaya bisa lolos pendanaan, apalagi menjadi satu-satunya tim dari Universitas Padjadjaran yang lolos pada bidang PKM-KI tahun 2026. Saat membuka pengumuman dan melihat banyak pesan masuk dari teman-teman serta dosen yang memberi kabar, rasanya sangat kaget dan terharu. Penantian, proses panjang, dan usaha yang kami lakukan akhirnya terbayarkan,” ujar Irfan.
Irfan juga menambahkan bahwa lolos pendanaan bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari perjuangan yang lebih besar menuju tahap berikutnya. “Masih banyak proses yang harus kami lalui untuk bisa menuju PIMNAS. Kami berharap orang-orang di sekitar kami dapat terus membersamai, mendoakan, dan mendukung perjalanan ini,” tambahnya.
Anggota tim Iwan Ridwan Ramdani juga turut mengungkapkan perasaannya atas pencapaian ini. “Jujur, saya masih tidak percaya bisa lolos pendanaan. Akhirnya, penantian dan usaha kita terbayarkan. Masih banyak lagi jalan yang harus ditempuh untuk bisa menuju PIMNAS. Semoga orang-orang di sekitar kita selalu membersamai dan mendukung kita,” ujar Iwan.
Tim menyampaikan apresiasi kepada Bapak Andri Yanto selaku dosen pembimbing atas arahan, pendampingan, dan dukungan yang diberikan selama proses penyusunan proposal hingga berhasil lolos pendanaan. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Ibu Vira Kusuma Dewi yang telah memberikan dukungan dalam proses pembimbingan sebelum tahap submit proposal.
Bagi tim, kehadiran Ibu Vira Kusuma Dewi menjadi salah satu inspirasi karena ketangguhan, kepedulian, dan dedikasinya dalam mendampingi mahasiswa untuk terus bertumbuh dan berani mengembangkan gagasan inovatif. Tim juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh Bapak dan Ibu dosen yang senantiasa memberikan doa serta dukungan.
Dengan adanya inovasi ini, tim berharap Smart Rotary Roaster tidak hanya menjadi karya teknologi, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi pelaku usaha lokal, khususnya dalam meningkatkan produktivitas, kualitas, dan daya saing produk pangan tradisional Sumatera.
Penulis: Irfan Fransisco & Iwan Ridwan Ramdani

