Bandung, Agustus 2024 – Penelitian terbaru yang dilakukan oleh Rizki Nurislaminingsih dari Universitas Padjadjaran dan Yety Rochwulaningsih dari Universitas Diponegoro, menyoroti bagaimana lagu rakyat Jawa bukan hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media penyimpan pengetahuan tradisional tentang kesehatan.
Melalui kajian terhadap empat lagu rakyat populer, yaitu Prau Layar, Padhang Wulan, Suwe Ora Jamu, dan Kodok Ngorek, penelitian ini menemukan bahwa lirik dan tradisi bernyanyi masyarakat Jawa memuat pesan tentang kesehatan mental, kesehatan fisik, hingga pemanfaatan tanaman herbal sebagai obat tradisional.
Lagu Prau Layar menekankan manfaat rekreasi laut bagi kesehatan mental, sementara Padhang Wulan menggambarkan pentingnya kebahagiaan anak-anak yang bermain di bawah cahaya bulan sebagai dukungan kesehatan emosional. Lagu Suwe Ora Jamu memperkenalkan bahan-bahan jamu tradisional seperti daun singkong, daun ubi jalar, meniran, dan seligi yang memiliki khasiat kesehatan. Sedangkan Kodok Ngorek menekankan manfaat temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) sebagai obat herbal.
Penelitian ini menggunakan metode analisis kualitatif berbasis konten dengan memanfaatkan dokumentasi lagu rakyat yang tersedia di YouTube. Hasilnya menegaskan bahwa pengetahuan tradisional yang diwariskan secara lisan dapat berfungsi sebagai sumber literasi kesehatan yang relevan hingga saat ini.
Temuan ini sejalan dengan SDG 3 (Good Health and Well-being) karena mempromosikan gaya hidup sehat melalui rekreasi, istirahat, dan konsumsi herbal tradisional. Selain itu, penelitian ini juga mendukung SDG 11 (Sustainable Cities and Communities) karena mengangkat nilai kearifan lokal sebagai bagian dari keberlanjutan budaya dan komunitas. Dengan demikian, lagu rakyat Indonesia tidak hanya melestarikan warisan budaya, tetapi juga berkontribusi dalam peningkatan literasi kesehatan masyarakat secara turun-temurun.
Artikel selengkapnya tersedia di: http://media.unpad.ac.id/files/publikasi/2024/rpm_20240805091018_2631.pdf
Penulis: Ridha Amalia, Nadziva Shaqeena Firdaus, Shelpi Nur Awaliyah