Mahasiswa dan Dosen PSI Fikom Unpad Mempublikasikan Artikel Ilmiah tentang Penguatan Literasi Budaya Minangkabau Tegaskan Peran Alek Kesenian Anak Nagari dalam Melestarikan Tradisi Lokal

September 2024 – Artikel ilmiah berjudul “Penguatan Literasi Budaya Minangkabau dalam Kegiatan Sapakan Pagelaran Alek Kesenian Anak Nagari Andaleh Baruh Bukik” resmi dipublikasikan pada September 2024. Publikasi ini menjadi salah satu kontribusi penting dalam upaya menjaga dan memperkuat literasi budaya di tengah arus globalisasi yang berpotensi mengikis identitas lokal.

Artikel ini ditulis oleh Wulan Apriani, Yunus Winoto dan Samson CMS. Melalui tulisan tersebut, penulis menyoroti peran kegiatan budaya masyarakat Minangkabau dalam membangun pemahaman generasi muda terhadap nilai, seni, dan tradisi lokal. Penelitian ini menekankan pentingnya literasi budaya sebagai kemampuan untuk memahami, menghargai, dan melestarikan warisan budaya dalam konteks kehidupan multikultural.

Kegiatan penelitian dilaksanakan di Nagari Andaleh Baruh Bukik, Sumatera Barat, dengan fokus pada Acara Sapakan Pagelaran Alek Kesenian Anak Nagari. Acara budaya ini menjadi wadah pelestarian seni tari, musik tradisional, permainan anak nagari, serta ritual adat yang memiliki makna sosial dan edukatif. Penelitian memotret bagaimana kegiatan budaya tersebut mampu memperkuat ikatan sosial antarwarga sekaligus menumbuhkan apresiasi generasi muda terhadap warisan Minangkabau.

Penerbitan artikel ini dilatarbelakangi oleh kekhawatiran terhadap berkurangnya muatan lokal dalam pendidikan formal, khususnya hilangnya pelajaran Budaya Alam Minangkabau dalam kurikulum. Globalisasi yang membawa homogenisasi budaya juga menjadi tantangan serius bagi keberlanjutan identitas lokal. Melalui kajian ini, penulis berupaya menawarkan solusi berbasis komunitas untuk memperkuat literasi budaya masyarakat.

Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan Sapakan Alek Kesenian tidak hanya berfungsi sebagai pelestarian tradisi, tetapi juga sebagai sarana pendidikan nonformal yang efektif. Generasi muda yang terlibat dalam kegiatan ini memiliki pemahaman lebih baik tentang budaya lokal serta kebanggaan terhadap identitas Minangkabau.

Artikel ini juga memberikan rekomendasi agar pemerintah, komunitas, dan lembaga adat berkolaborasi dalam mengintegrasikan kegiatan budaya ke dalam pendidikan dan program sosial masyarakat. Dengan langkah tersebut, literasi budaya dapat terus diperkuat, identitas lokal tetap terjaga, dan masyarakat memiliki ketahanan budaya di tengah modernisasi. Penelitian ini sejalan dengan SDG’s 4: Pendidikan Bermutu dan SDG’s 11: Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan.

Share this: