BANDUNG – Mahasiswi Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi (PSI) Fikom Unpad, Fitri Annisa, berhasil mempublikasikan artikel ilmiahnya. Dibimbing oleh Dr. Rully Khairul Anwar, Dr. Siti Chaerani Djen Amar, M.A., dan Evi Nursanti Rukmana, M.I.Kom., penelitian ini berjudul “Penelitian Komunikasi Interpersonal Pustakawan dengan Pemustaka di Perpustakaan Melalui Database Google Scholar dan Dimensions: Narrative Literature Review.” Publikasi yang dilakukan di Bandung pada tahun 2024 ini mengkaji secara mendalam bagaimana komunikasi interpersonal menjadi kunci dalam menjalin hubungan positif dan meningkatkan kualitas layanan di perpustakaan.
Penelitian ini berangkat dari premis bahwa meskipun perpustakaan semakin modern, interaksi antarmanusia tetap menjadi fondasi penting dalam pelayanannya. Komunikasi interpersonal, sebagai penyampaian pesan yang melibatkan interaksi langsung, memungkinkan pustakawan dan pemustaka untuk saling memahami kebutuhan dan mengatasi kesalahpahaman. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran penting komunikasi interpersonal dalam menciptakan lingkungan perpustakaan yang lebih positif dan efisien.
Menggunakan metode narrative literature review, Fitri menganalisis empat artikel ilmiah yang diambil dari database Google Scholar dan Dimensions dengan rentang waktu 2013 hingga 2023. Hasil analisis ini mengungkapkan bahwa komunikasi interpersonal antara pustakawan dan pemustaka sangat vital. Komunikasi ini tidak hanya membangun hubungan yang baik, tetapi juga mencegah konflik yang timbul akibat kesalahpahaman, serta menghilangkan persepsi negatif tentang pustakawan.
Penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa hambatan yang sering terjadi dalam komunikasi ini, seperti kesalahan persepsi, kurangnya kepekaan pustakawan terhadap kebutuhan pemustaka, dan informasi yang tidak tersampaikan dengan baik. Namun, hambatan-hambatan ini dapat diatasi dengan menerapkan keterampilan komunikasi interpersonal yang efektif, yang mencakup kesetaraan (equality), rasapositif (positiveness), dukungan (supportiveness), empati (empathy), dan keterbukaan (openness). Keterampilan ini memungkinkan pustakawan untuk lebih memahami dan melayani pemustaka secara personal.
Kesimpulan dari penelitian ini menekankan bahwa pustakawan memiliki peran krusial dalam mengelola dan mengembangkan komunikasi interpersonal. Dengan menerapkan prinsip-prinsip ini, pustakawan dapat membangun hubungan yang kuat dengan pemustaka, yang pada akhirnya akan meningkatkan kepuasan pengguna dan efektivitas perpustakaan secara keseluruhan.Artikel ilmiah ini telah diterbitkan di Jurnal Libria Library of UIN Ar-Raniry, memberikan kontribusi penting bagi pengembangan ilmu perpustakaan. Penelitian ini juga relevan dengan dua Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Pertama, SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), karena komunikasi yang efektif adalah kunci untuk meningkatkan kualitas layanan perpustakaan, yang merupakan bagian integral dari sistem pendidikan. Kedua, SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Institusi yang Tangguh), karena komunikasi interpersonal yang baik membantu membangun institusi yang lebih responsif dan inklusif.
Hasil publikasi dapat diakses melalui link berikut: http://media.unpad.ac.id/files/publikasi/2025/rpm_20250122174214_7369.pdf
Penulis: Ridha Amalia, Nadziva Shaqeena, and Delfin Gusti Wanda