Bandung, 10 Februari 2025 — Dosen Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi (PSI) Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) Universitas Padjadjaran (UNPAD) baru-baru ini menerbitkan sebuah artikel ilmiah yang menyoroti peran penting perpustakaan di era modern. Penelitian berjudul “Menjaga Memori Merawat Budaya Menuju SDGs: Peran Transformasional Perpustakaan di Era Modern” ini mengupas bagaimana perpustakaan bertransformasi dari sekadar gudang buku menjadi agen perubahan dalam pembangunan berkelanjutan.
Riset ini merupakan hasil kolaborasi dari tiga dosen PSI FIKOM UNPAD: Kusnandar, Evi Nursanti Rukmana, dan Samson CMS. Latar belakang penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana perpustakaan dapat berperan sebagai penyimpan memori kolektif, pelestari kebudayaan, dan pendukung utama dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Artikel ini secara khusus mengupas tiga peran utama perpustakaan: sebagai penyimpan memori kolektif, pelestari kebudayaan, dan pendukung SDGs. Dengan melakukan analisis mendalam, para peneliti menemukan bahwa perpustakaan modern tidak hanya berfokus pada koleksi fisik, tetapi juga pada digitalisasi dan preservasi konten untuk memastikan warisan budaya tetap terjaga dan dapat diakses oleh generasi mendatang.
Lebih lanjut, penelitian ini menyoroti bagaimana perpustakaan berperan aktif dalam pelestarian kebudayaan. Melalui program-program dan koleksi khusus, perpustakaan mempromosikan budaya lokal dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga keragaman budaya. Peran ini menjadikan perpustakaan sebagai pusat komunitas yang menghubungkan masa lalu dengan masa kini.
Temuan paling signifikan adalah kontribusi perpustakaan terhadap pencapaian SDGs. Dengan menyediakan akses informasi yang merata, mendukung literasi digital, dan menjadi ruang aman untuk dialog, perpustakaan berkontribusi pada SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDGs 10 (Pengurangan Ketimpangan). Perpustakaan membantu mengatasi tantangan global dengan menyediakan sumber daya dan ruang yang inklusif bagi semua lapisan masyarakat.
Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa perpustakaan di era modern adalah agen perubahan yang vital. Mereka tidak hanya menyediakan akses pengetahuan, tetapi juga mendorong pembangunan yang berkelanjutan. Dukungan dari pemerintah dan masyarakat sangat krusial untuk memperkuat peran strategis perpustakaan ini, memungkinkannya untuk terus berinovasi dan beradaptasi.
Artikel ini telah diterbitkan di Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora. Diharapkan temuan ini dapat memberikan pemahaman baru tentang peran transformasional perpustakaan dan menjadi acuan bagi pengambil kebijakan untuk terus memperkuat institusi perpustakaan sebagai pilar penting dalam menjaga memori kolektif, merawat budaya, dan menciptakan masa depan yang lebih baik.
Hasil publikasi dapat diakses melalui tautan berikut: http://media.unpad.ac.id/files/publikasi/2025/rpm_20250210201400_2659.pdf
Penulis: Ridha Amalia, Nadziva Shaqeena, dan Muhammad Ihsan Fauzul Haq