Perkuat Nomenklatur, Prodi Perpustakaan FIA UB Lakukan Studi Banding ke Fikom Unpad

Jatinangor–Rabu, 1 April 2026. Program Studi (Prodi) Ilmu Perpustakaan, Departemen Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya (FIA UB) melaksanakan kunjungan studi banding ke Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi, Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom), Universitas Padjadjaran. Kunjungan ini diterima secara resmi di Ruang Oemi, Gedung Dekanat Lantai 2, Kampus Fikom Unpad, Jatinangor. Kegiatan ini berfokus pada diskusi mendalam mengenai transformasi nomenklatur Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi. Delegasi dari Universitas Brawijaya dipimpin oleh Wakil Dekan Bidang Akademik, Dr. Fadillah Amin, M.AP., Ph.D., bersama sejumlah jajaran dosen lainnya. Kehadiran Bapak/Ibu Dosen Universitas Brawijaya disambut langsung oleh jajaran pimpinan Fikom Unpad, di antaranya Wakil Dekan Bidang Akademik Kemahasiswaan dan Riset, Dr. Ira Mirawati, M.Si., Wakil Dekan Bidang Sumber Daya dan Organisasi, Centurion Chandratama Priyatna, PhD., serta jajaran dosen Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi Unpad yang dipimpin oleh Dr. Saleha Rodiah, M.Si.

Tim Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi, Unpad, dan Tim Prodi Ilmu Perpustakaan, UB

Fokus utama pembahasan dalam pertemuan ini adalah alasan di balik pemilihan nama “Perpustakaan dan Sains Informasi” yang digunakan oleh Unpad. Perwakilan UB, Dr. Farida Nuraeni, S.Sos., M.Si., mengungkapkan bahwa di internal prodi mereka masih terdapat perdebatan mengenai penggunaan istilah “Ilmu” atau “Sains”. Menanggapi hal tersebut, dosen Fikom Unpad, Dr. Ute Lies Siti Khadijah, Asep Saepul Rohman, M.I.Kom., Wina Erwina, Ph.D., menjelaskan bahwa pemilihan nama tersebut merupakan respons terhadap kebijakan nasional, perkembangan internasional, dan kebutuhan stakeholder.

Penyerahan Cinderamata

“Pilihan nama ini merujuk pada Keputusan Menristek Dikti serta hasil rumusan Asosiasi Penyelenggara Prodi Perpustakaan Perguruan Tinggi (APTIPI). Nama ‘Perpustakaan dan Sains Informasi’ merupakan terjemahan resmi dari Library and Information Science (LIS). Kami mengikuti nomenklatur ini demi kepentingan lulusan agar gelar dan nama prodi mereka selaras dengan regulasi pemerintah dan standar internasional,” ujar ketiganya.

Selain persoalan nama, diskusi juga berkembang pada aspek teknis migrasi data di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti). Andri Yanto, M.I.Kom., menjelaskan bahwa Unpad sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) memiliki fleksibilitas dalam menentukan nama prodi, namun tetap memprioritaskan keamanan administrasi lulusan. Proses transisi dari prodi lama ke prodi baru membutuhkan waktu sekitar 1,5 tahun, di mana mahasiswa angkatan lama tetap diselesaikan di rumah prodi lama sambil berjalan prodi baru.

Terkait aspek kurikulum dan profil lulusan, Dr. Saleha Rodiah menjelaskan bahwa kurikulum 2021 di Unpad telah diadaptasi ke dalam tujuh bahan kajian utama yang berorientasi pada teknologi informasi. Untuk mengatasi tantangan kebutuhan sumber daya pengajar di bidang teknologi, Unpad secara aktif berkolaborasi dengan praktisi, salah satunya dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Hal ini dilakukan guna memastikan kompetensi lulusan relevan dengan kebutuhan industri saat ini.

Kunjungan ini diharapkan dapat memberikan gambaran komprehensif bagi Universitas Brawijaya dalam menentukan langkah strategis perubahan nomenklatur di masa depan. Melalui sinergi antar perguruan tinggi ini, diharapkan pengembangan keilmuan bidang perpustakaan dan informasi di Indonesia semakin solid dan berdaya saing global.

Penulis: Evi Nursanti Rukmana

Share this: