Riset Mahasiswa PSI Fikom Unpad Ungkap Siklus Transfer Pengetahuan di Ekosistem Kreatif The Hallway Space

Mahasiswa Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi (PSI) Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran, Annisa Azzahra Nur’afifah, telah mempublikasikan sebuah artikel ilmiah yang membedah proses transfer pengetahuan di kalangan industri kreatif. Penelitian yang terbit pada tahun 2024 ini disusun di bawah bimbingan dosen PSI, Rully Khairul Anwar dan Ute Lies Siti Khadijah, dengan mengambil studi kasus di The Hallway Space, Pasar Kosambi, Bandung.

Latar belakang penelitian ini adalah adanya kebutuhan untuk memahami bagaimana pengetahuan, ide, dan inovasi mengalir dalam sebuah ekosistem kreatif. Tujuannya adalah untuk mengetahui secara mendalam proses transfer pengetahuan di The Hallway Space agar dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan model edukasi untuk membangun industri kreatif yang solid dan berkelanjutan.

Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Peneliti melakukan pengumpulan data secara komprehensif melalui observasi langsung terhadap interaksi para pelaku kreatif, wawancara mendalam, serta studi dokumentasi untuk mendapatkan gambaran yang utuh mengenai dinamika di lokasi.

Hasil penelitian menemukan bahwa proses transfer pengetahuan di The Hallway Space berjalan melalui empat tahapan siklus yang dikenal sebagai model SECI: Sosialisasi, Eksternalisasi, Kombinasi, dan Internalisasi. Keempat tahap ini merupakan sebuah siklus berkelanjutan di mana pengetahuan tacit (implisit) dan eksplisit saling dipertukarkan dan dikembangkan.

Proses ini terkonfirmasi melalui contoh nyata di lapangan. Tahap sosialisasi (transfer pengetahuan tacit-ke-tacit) terjadi melalui komunikasi langsung antara pencetus The Hallway Space, Rilly Robbi Gusadi, dengan penggiat industri kreatif, Faizal Budiman dari Wear Bob. Ide yang muncul kemudian masuk ke tahap eksternalisasi (tacit-ke-eksplisit), yang diwujudkan dengan membuat sampel produk. Selanjutnya, tahap kombinasi (eksplisit-ke-eksplisit) terlihat dari pembangunan fisik sampel industri dalam tiga tahap. Terakhir, tahap internalisasi (eksplisit-ke-tacit) terjadi ketika konsep awal tersebut dikembangkan menjadi inovasi-inovasi baru oleh para pelaku kreatif.

Kajian ini menyimpulkan bahwa transfer pengetahuan adalah sebuah proses dinamis yang terus berulang, dari interaksi personal hingga menjadi inovasi nyata, dan kembali lagi ke interaksi baru. Temuan ini memberikan kerangka kerja yang jelas dan dapat diaplikasikan bagi para pengelola ruang kreatif, komunitas, dan pembuat kebijakan dalam upaya membangun ekosistem industri kreatif yang inovatif dan kolaboratif.

Artikel selengkapnya tersedia di: http://media.unpad.ac.id/files/publikasi/2025/rpm_20250128104758_6997.pdf

Penulis: Ridha Amalia, Nadziva Shaqeena, dan Ariel Mohammad Alief Yusuf

Share this: