Tim Penelitian PSI Fikom Unpad Petakan Perkembangan Literatur Penyiaran Radio Melalui Studi Bibliometrik

Sebuah tim Penelitian dari Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi (PSI) Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran telah mempublikasikan artikel ilmiah yang memetakan lanskap penelitian penyiaran radio global. Artikel yang terbit pada tahun 2025 ini ditulis oleh Rully Khairul Anwar, bersama Asep Zainal Abidin dan Yunus Winoto, dengan judul “A Bibliometric Study on the Development of Radio Broadcasting Literature”.

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh status penyiaran radio sebagai media komunikasi yang signifikan dalam masyarakat modern. Sejak kemunculannya di awal abad ke-20, bidang ini terus berkembang seiring kemajuan teknologi, begitu pula dengan kajian akademisnya. Oleh karena itu, tim peneliti memandang pentingnya sebuah analisis bibliometrik untuk mengidentifikasi tren, pola, dan kemajuan yang telah dicapai dalam literatur ilmiah tentang penyiaran radio.

Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menerapkan metodologi kuantitatif dengan menggunakan teknik bibliometrik. Tim peneliti mengumpulkan data dari basis data bereputasi internasional, Scopus, yang kemudian dianalisis menggunakan berbagai indikator seperti produktivitas penulis, analisis jurnal, kontribusi negara, dan tren topik penelitian.

Hasil studi ini mengungkap beberapa temuan menarik. Salah satunya adalah terkait produktivitas penulis, di mana sebagian besar penulis hanya menerbitkan sedikit artikel, yang mengindikasikan produktivitas yang cenderung rendah di bidang ini. Meskipun demikian, beberapa penulis tercatat memiliki jumlah sitasi yang tinggi. Dalam hal kualitas jurnal, “Journal of Radio and Audio Media” diakui sebagai salah satu yang terbaik. Sementara itu, Amerika Serikat menjadi negara terdepan dalam jumlah publikasi akademik tentang penyiaran radio.

Penelitian ini juga berhasil mengidentifikasi tren topik terkini dalam kajian penyiaran radio. Empat tren utama yang muncul adalah “penyiaran radio” (radio broadcasting), “radio”, “penyiaran televisi” (television broadcasting), dan “radio digital” (digital radio). Temuan ini memberikan gambaran jelas mengenai arah dan fokus penelitian di era modern.

Berdasarkan temuan yang ada, para peneliti memberikan rekomendasi penting untuk kemajuan bidang ini di masa depan. Menurut mereka, peningkatan produktivitas penulis serta upaya untuk memupuk kolaborasi penelitian lintas institusi menjadi sangat krusial. Langkah-langkah ini diyakini dapat mendorong inovasi dan pengembangan yang lebih pesat dalam studi penyiaran radio secara global.

Artikel selengkapnya tersedia di: http://media.unpad.ac.id/files/publikasi/2025/rpm_20250201024716_3798.pdf

Penulis: Ridha Amalia, Nadziva Shaqeena, dan Ariel Mohammad Alief Yusuf

Share this: