Dosen PSI Fikom Unpad Menerbitkan Artikel tentang Literasi Informasi Budaya Komunitas Perantau Banyumas di Bandung

Evi Nursanti Rukmana, dosen Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi (PSI) Fikom Unpad, bersama dengan Shelpi Nur Awaliyah, Dr. Ute Lies Siti Khadijah, dan Dr. Rully Khairul Anwar, telah menerbitkan artikel ilmiah berjudul “Literasi Informasi Budaya Komunitas Perantau Banyumas di Bandung dalam Pelestarian Kesenian Banyumasan.” Artikel ini membahas bagaimana literasi informasi budaya berperan dalam menjaga keberlanjutan seni tradisional, khususnya di kalangan komunitas diaspora.

Penelitian ini diterbitkan dalam Informatio: Journal of Library and Information Science Vol. 5, No. 1 (Januari 2025), halaman 1–18. Publikasi ini merupakan bagian dari upaya akademisi Fikom Unpad untuk mengembangkan riset yang tidak hanya relevan secara akademis, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pelestarian budaya lokal.

Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya literasi informasi budaya dalam mempertahankan seni tradisional di era modern, terutama bagi komunitas perantau yang hidup jauh dari daerah asalnya. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk literasi informasi budaya yang digunakan oleh Komunitas Genta Sentramas, sebuah komunitas diaspora Banyumas di Bandung, dalam melestarikan kesenian Banyumasan.

Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik purposive sampling, di mana sampel penelitian adalah anggota Komunitas Genta Sentramas. Analisis dilakukan dengan menelusuri bagaimana komunitas ini mengakses, memanfaatkan, dan memproduksi informasi terkait budaya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi informasi budaya komunitas ini diwujudkan melalui pemanfaatan teknologi informasi, termasuk media sosial dan platform digital, untuk mendokumentasikan dan menyebarkan seni tradisional Banyumasan kepada generasi muda dan masyarakat luas. Selain itu, upaya pelestarian juga dilakukan melalui kunjungan ke situs warisan budaya lokal serta penyelenggaraan lokakarya seni.

Artikel ini menegaskan bahwa literasi informasi budaya tidak hanya berfungsi sebagai sarana akses informasi, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam melestarikan identitas budaya. Temuan ini menyoroti bagaimana komunitas diaspora mampu menjaga keberlanjutan budaya di tengah tantangan modernisasi.

Penelitian ini sangat relevan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin ke-4 tentang Pendidikan Bermutu dan poin ke-11 tentang Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan. Dengan menunjukkan bagaimana literasi informasi budaya dapat memperkuat peran komunitas diaspora dalam menjaga seni tradisional, karya ini memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan masyarakat yang berkelanjutan sekaligus berakar pada nilai budaya lokal.

Hasil penelitian selengkapnya dapat dibaca di: http://media.unpad.ac.id/files/publikasi/2025/rpm_20250210113025_4535.pdf

Penulis: Ridha Amalia, Nadziva Shaqeena, dan Naresh Aurelia Berliana.

Share this: