Kusnandar, dosen Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi (PSI) Fikom Unpad, bersama Samson CMS dan Dr. Evi Nursanti Rukmana, telah menerbitkan artikel ilmiah berjudul “Menjaga Memori, Merawat Budaya, Menuju SDGs: Peran Transformasional Perpustakaan di Era Modern.” Artikel ini mengkaji peran strategis perpustakaan dalam menjaga memori kolektif, melestarikan budaya, dan mendukung pembangunan berkelanjutan di era modern.
Penelitian ini dipublikasikan dalam Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol. 7, No. 1, Februari 2025: 42–47. Publikasi ini menegaskan komitmen akademisi Fikom Unpad untuk mengembangkan riset yang mampu menjembatani teori dengan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat.
Artikel ini menyoroti tiga peran utama perpustakaan: sebagai penyimpan dan pengelola memori kolektif, pelestari kebudayaan, dan pendukung pencapaian SDGs, khususnya pendidikan, inklusi sosial, dan akses informasi. Melalui tinjauan literatur dan studi kasus, penelitian ini menunjukkan bahwa perpustakaan bukan hanya pusat pengetahuan, melainkan agen perubahan yang mendorong pembangunan berkelanjutan.
Hasil penelitian menegaskan bahwa perpustakaan berkontribusi melalui upaya preservasi dan digitalisasi, memastikan memori kolektif tetap terjaga untuk generasi mendatang. Selain itu, perpustakaan mempromosikan budaya lokal untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya keragaman budaya. Peran penting lainnya adalah dukungan terhadap SDGs, khususnya pendidikan berkualitas (SDG 4) dan pengurangan ketimpangan (SDG 10).
Dengan menyediakan akses informasi yang merata, mendukung literasi digital, dan menciptakan ruang inklusif untuk dialog sosial, perpustakaan membantu masyarakat menghadapi tantangan global seperti kemiskinan, ketimpangan, dan perubahan iklim. Artikel ini juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah dan masyarakat untuk memperkuat peran strategis perpustakaan di masa depan.
Hasil penelitian selengkapnya dapat dibaca di: http://media.unpad.ac.id/files/publikasi/2025/rpm_20250214080230_1266.pdf
Penulis: Ridha Amalia, Nadziva Shaqeena, dan Naresh Aurelia Berliana.