Tim EAA, Mahasiswa Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi, Fikom, Unpad, berhasil meraih Juara 1 Mata Lomba Media Matters pada Lomba Pekan Komunikasi Universitas Indonesia. Final kompetisi ini berlangsung dari 11-13 Mei 2023. Tim ini beranggotakan tiga orang, yaitu Alfina Maharani, Andi Kamila Ariani, dan Eza Alya.
Tim EAA mengangkat riset ilmiahnya mengenai kesenjangan penggunaan media pada penyandang tunanetra dalam mencari informasi lowongan kerja. Pemerintah melalui perundang-undangan sudah menyediakan aturan bahwa industri harus menerima penyandang tunanetra dalam bekerja. Namun akses informasi lowongan kerja masih minim diterima penyandang tunanetra, misalnya website yang menginformasikan lowongan kerja belum ramah bagi penyandang tunantera. Untuk itu, “Penyandang tunanetra memiliki hak berekspresi dan berkomunikasi meliputi hak kebebasan berekspresi dan berpendapat dan mendapatkan informasi melalui media yang mudah diakses”, ujar ketiga mahasiswa ini.


Gagasan kebutuhan informasi lowongan kerja bagi penyandang tunanetra berawal dari adanya kesenjangan media pada penyandang disabilitas ini. Keberhasilan tim ini didukung melalui keberagaman data yang dihasilkan dari studi literatur, Focus Group Discussion (FGD) dengan Persatuan Tunanetra Indonesia daerah Kabupaten Bandung, dan kolaborasi bimbingan antara dosen pembimbing dari Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi dan Prodi Ilmu Komunikasi, antara lain Evi Nursanti Rukmana, S.Sos., M.I.Kom, Preciosa Alnashava Janitra, S.I.Kom., M.Si., dan Kusnandar, S.Sos., M.Si.
Mata Lomba Media Matters, Pekan Komunikasi Universitas Indonesia sendiri berlangsung sejak Maret dan berakhir di Mei 2023. Finalis selain membuat proposal, penelitian, laporan akhir, dan presentasi juga mengikuti diskusi publik yang membahas isu kelompok marginal, workshop dalam mengembangkan penelitian, dan company visit ke Jakarta Post.
Andi Kamila Ariani, salah satu anggota Tim EAA menyampaikan bahwa mengikuti Pekan Komunikasi UI menjadi media untuk mencoba dan mengetahui seberapa jauh kapabilitas dirinya. Ia menantang dirinya untuk berpartisipasi dan tidak ingin menyesal apabila melewatkan kesempatan untuk berkompetisi di lomba tersebut. Setelah melewati berbagai tahapan dan melakukan penelitian, ia dan tim berhasil memenagkan mata lomba Media Matters. Andi pun masih merasa terkejut ia dan tim dapat memenangkan lomba tersebut, karena baginya mengikuti perlombaan tingkat nasional ini tidak mudah, sehingga ia sangat senang dan bersyukur. “Masih kaget karena mau juara berapa pun kita udah bersyukur, bisa ke 3 besar aja pun suatu yang luar biasa dan enggak mudah untuk mendapatkannya. Belum lagi dari kami bertiga baru pertama kali ikut lomba dan langsung skala nasional, juga salah satu lomba komunikasi terbesar di Indonesia. Jadi bener bener bersyukur banget jadi pemenang mata lomba Media Matters Pekom UI 2023,” ujar Andi. Ia pun berharap agar penelitian yang mereka lakukan dapat dikembangkan lebih lanjut dalam penelitian berikutnya.

Tim EAA terus mengasah kepekaan dalam melihat fenomena di masyarakat. Ketiganya melalui lomba ini telah mendapatkan pengalaman meneliti, kolaborasi, dan mengenal mahasiswa antar universitas. “Sudah saatnya teman-teman disabilitas khususnya penyandang tunanetra tidak lagi dipandang sebagai objek yang harus dikasihani dalam media. Melainkan seseorang yang sama-sama mengakses informasi dalam media layaknya manusia pada umumnya. Untuk bisa bersama-sama memberi ruang dan konstribusi dalam masyarakat”, tambah mereka. (Evi Nursanti Rukmana).