Jatinangor — Kamis, 21 Mei 2026. Tim mahasiswa Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi Universitas Padjadjaran berhasil meraih penghargaan Best Presentation dalam kompetisi Liblicious 2026, bagian dari mata lomba Epicentrum FIKOM Unpad 2026. Tim yang menamakan diri Walau Mendadak Semoga Mendidik ini beranggotakan Annisa Dwi Fajriyah sebagai ketua, serta Annisa Dewi dan Kanaya Haitsu H sebagai anggota. Penghargaan tersebut diumumkan pada awarding ceremony yang berlangsung di Auditorium Universitas Padjadjaran Dipatiukur pada 21 Mei 2026.
Epicentrum merupakan festival perlombaan komunikasi yang diselenggarakan di bawah naungan BEM FIKOM Unpad, dan menjadi wadah bagi mahasiswa dari berbagai universitas untuk menunjukkan kemampuan mereka di berbagai bidang komunikasi. Tahun ini, Epicentrum mengusung tema besar “Combating Child Maltreatment Through Communication and Community Engagement” dengan slogan “Make Them Seen, Heard, and Safe.” Kompetisi ini diikuti oleh peserta dari Universitas Padjadjaran, Universitas Indonesia, dan Universitas Teknologi MARA. Liblicious sendiri mengangkat tema peran pengembangan koleksi perpustakaan dalam mendukung program literasi untuk perlindungan anak dari perundungan.
Kompetisi Liblicious berlangsung sejak akhir April hingga akhir Mei 2026, mencakup babak penyisihan yang diselenggarakan secara daring dan babak final yang dilaksanakan secara luring. Final presentasi digelar pada 20 Mei 2026 di Gedung Pascasarjana FMIPA Unpad, sementara main event dan awarding ceremony berlangsung keesokan harinya di Auditorium Universitas Padjadjaran Dipatiukur. Rangkaian pre-event juga diwarnai dengan roadshow, talkshow, dan exhibition.
Tim Walau Mendadak Semoga Mendidik membawa proposal program berjudul “28 Days of Brave Friends: A Collaborative Literacy Program and Collection Development for Child Protection through School-Based Bullying Education.” Program ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman anak usia sekolah dasar tentang bullying melalui program 28 hari yang melibatkan pengembangan koleksi di perpustakaan khusus. Nama tim sendiri lahir dari semangat yang tetap membara meski persiapan yang serba mendadak, di tengah kesibukan magang dan pengerjaan skripsi di semester akhir.
Predikat Best Presentation menjadi pencapaian yang sangat disyukuri tim, mengingat besarnya kekhawatiran mereka selama masa persiapan presentasi final. Tim mengulang latihan berkali-kali dan secara teliti menghitung durasi setiap sesi latihan agar tidak melampaui batas waktu yang disyaratkan. Kerja keras tersebut terbayar dengan pengakuan dari para juri atas kualitas presentasi yang mereka tampilkan di hadapan peserta dari universitas-universitas terkemuka.
Ketua tim, Annisa Dwi Fajriyah, mengungkapkan rasa syukur atas pengalaman berharga yang diperoleh selama kompetisi berlangsung. “Banyak pengalaman berharga yang saya dapatkan di sini, bertemu banyak orang baru, terutama dari luar universitas, adalah hal yang sangat menyenangkan. Saya bahkan berpikir untuk lebih sering mengikuti lomba untuk mengenal banyak orang-orang hebat di luar sana,” ujarnya. Annisa juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia Liblicious dan Epicentrum, kepada Bapak Nurmaya Prahatmaja, M.A. selaku dosen pembimbing tim selama perlombaan, serta kepada pihak Salman Reading Corner yang bersedia berdiskusi mengenai program yang mereka kembangkan.
Penulis: Kanaya Haitsu H & Annisa Dwi Fajriyah
