Mahasiswa Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi (PSI) Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran, Ghaziana Zhafarini, telah menyumbangkan sebuah analisis strategis mengenai tren pariwisata modern dalam sebuah book chapter. Karya tulis yang terbit pada tahun 2024 ini disusun di bawah bimbingan dosen, Dr. Kurniawan Saefullah, S.E., M.Ec, dan Dr. Drs. Yunus Winoto, M.Pd.
Artikel dalam bab buku tersebut berjudul “STRATEGI OPTIMALISASI PENGALAMAN MENGINAP MELALUI PEMBERDAYAAN AREA WISATA HIJAU BAGI AKOMODASI GLAMPING.” Penulisan ini dilatarbelakangi oleh perubahan signifikan dalam preferensi wisata masyarakat pasca-pandemi, yang menunjukkan pergeseran besar ke arah pariwisata berbasis alam.
Dalam kajiannya, Ghaziana Zhafarini memaparkan bahwa pandemi telah mendorong wisatawan untuk mencari destinasi yang lebih terbuka dan dekat dengan alam. Tren ini menempatkan keberlanjutan (sustainability) sebagai aspek fundamental yang harus diimplementasikan oleh pengelola destinasi wisata, termasuk di sektor akomodasi.
Artikel ini menyoroti peran penting akomodasi dalam mendukung praktik pariwisata yang ramah lingkungan. Salah satu standar yang dibahas adalah sertifikasi CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability). Penerapan standar semacam ini tidak hanya meningkatkan daya saing industri pariwisata di tingkat global, tetapi juga berkontribusi langsung pada kelestarian alam, budaya, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat lokal.
Secara spesifik, kajian ini berfokus pada akomodasi glamping (glamorous camping) yang popularitasnya terus meningkat. Strategi utama yang diusulkan adalah optimalisasi pengalaman menginap melalui pemberdayaan area wisata hijau. Artinya, pengelola glamping tidak hanya menjual kemewahan di tengah alam, tetapi juga harus secara aktif memberdayakan dan melestarikan lingkungan sekitarnya untuk menciptakan pengalaman yang otentik dan bertanggung jawab.
Lebih lanjut, tulisan ini juga menekankan bahwa keberhasilan pariwisata berkelanjutan tidak hanya bergantung pada penyedia jasa, tetapi juga pada perilaku wisatawan. Sikap pro-lingkungan yang ditunjukkan oleh wisatawan, baik sebelum maupun selama perjalanan, menjadi faktor kunci dalam mewujudkan ekosistem pariwisata yang benar-benar berkelanjutan.
Artikel selengkapnya tersedia di: http://media.unpad.ac.id/files/publikasi/2025/rpm_20250123191129_9254.pdf
Penulis: Ridha Amalia, Nadziva Shaqeena, dan Ariel Mohammad Alief Yusuf