Sumatera Barat, 30 September 2024 — Mahasiswa Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi (PSI) Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) Universitas Padjadjaran (UNPAD) telah menyelesaikan penelitian penting mengenai upaya pelestarian budaya. Penelitian berjudul “Penguatan Literasi Budaya Minangkabau dalam Kegiatan Sapakan Pagelaran Alek Kesenian Anak Nagari Andaleh Baruh Bukik” ini menyoroti bagaimana tradisi lokal dapat menjadi alat efektif untuk memperkuat literasi budaya di kalangan generasi muda.
Riset ini dipimpin oleh Wulan Apriani, mahasiswa PSI FIKOM UNPAD, di bawah bimbingan dosen Yunus Winoto dan Samson CMS. Tujuannya adalah untuk mengeksplorasi peran kegiatan budaya, khususnya Sapakan Alek Kesenian di Nagari Andaleh Baruh Bukik, dalam menumbuhkan pemahaman dan apresiasi terhadap warisan budaya Minangkabau, di tengah tantangan homogenisasi budaya akibat globalisasi.
Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan studi kasus, penelitian ini melibatkan observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Peneliti mengkaji bagaimana kegiatan ini berfungsi sebagai upaya sadar untuk melestarikan tradisi lokal seperti seni, tari, dan permainan anak nagari, serta bagaimana dampaknya terhadap masyarakat setempat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sapakan Alek Kesenian tidak hanya berhasil memperkuat ikatan sosial antarwarga, tetapi juga secara signifikan meningkatkan pemahaman dan apresiasi generasi muda terhadap warisan budaya Minangkabau. Kegiatan ini menjadi jembatan antara nilai-nilai tradisional dan kehidupan modern, membantu generasi muda memahami identitas mereka di tengah arus globalisasi.
Meski begitu, penelitian ini juga mengidentifikasi tantangan utama, yaitu pengaruh globalisasi dan perubahan kurikulum pendidikan yang menghilangkan muatan lokal budaya Minangkabau. Oleh karena itu, studi ini merekomendasikan integrasi kegiatan budaya ke dalam pendidikan formal dan kolaborasi erat antara pemerintah, komunitas, dan lembaga adat untuk memastikan literasi budaya terus diperkuat di luar lingkungan sekolah.
Publikasi ilmiah ini memberikan wawasan praktis dan relevan bagi upaya pelestarian budaya. Kontribusi penelitian ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas) dengan menekankan pendidikan informal yang berakar pada budaya, dan SDGs 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan) yang berfokus pada pelestarian warisan budaya.
Artikel ini telah diterbitkan di Jurnal Informatio: Journal of Library and Information Science. Diharapkan temuan ini dapat menginspirasi komunitas lain di seluruh Indonesia untuk memanfaatkan tradisi lokal sebagai cara untuk menjaga identitas budaya dan memberdayakan generasi muda di tengah era digital.
Hasil publikasi dapat diakses melalui tautan berikut: http://media.unpad.ac.id/files/publikasi/2025/rpm_20250209195115_2126.pdf
Penulis: Ridha Amalia, Nadziva Shaqeena, dan Muhammad Ihsan Fauzul Haq