Studi Bibliometrik Ungkap Tren Global Penelitian tentang Kualitas Informasi di Scopus

Universitas Padjadjaran kembali menghadirkan penelitian terbaru dari dosen dan mahasiswa Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi yang menyoroti tren publikasi global mengenai topik Information Quality (Kualitas Informasi). Penelitian ini dilakukan untuk menjawab tantangan era digital yang sarat dengan banjir data dan kebutuhan informasi yang akurat.

Studi ini dilakukan oleh Yonna Ananda, Edwin Rizal, dan Asep Saeful Rohman, yang menganalisis 4.085 artikel jurnal internasional terkait kualitas informasi yang terindeks di Scopus dalam kurun waktu 2014 hingga 2024. Peneliti menggunakan metode analisis bibliometrik dengan bantuan perangkat lunak VOSviewer untuk memetakan tren publikasi, kolaborasi penulis, serta kata kunci penelitian yang dominan.

Hasil penelitian menunjukkan adanya lonjakan signifikan dalam jumlah publikasi, dengan tahun 2023 menjadi puncak tertinggi (638 artikel). China tercatat sebagai negara paling produktif dengan 793 publikasi, disusul oleh Amerika Serikat (670 publikasi) dan Indonesia (282 publikasi). Dari sisi institusi, Bina Nusantara University di Indonesia menjadi salah satu kontributor terbesar di Asia Tenggara.

Selain itu, penelitian ini mengidentifikasi Manaf Al-Okaily sebagai penulis paling produktif dengan 19 publikasi, serta menemukan bahwa istilah “Information Quality” dan “System Quality” mendominasi kata kunci penelitian. Hal ini menandakan semakin pentingnya aspek kualitas informasi dalam pengambilan keputusan, bisnis, hingga pengembangan teknologi digital.

Menurut Yonna Ananda, penelitian ini tidak hanya memberikan gambaran tren akademik, tetapi juga membuka peluang baru. “Analisis bibliometrik ini dapat menjadi dasar bagi peneliti selanjutnya untuk mengeksplorasi topik baru seperti kecerdasan buatan (AI), media sosial, hingga aplikasi di sektor pariwisata,” ujarnya.

Temuan ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui kontribusinya dalam memperkuat literasi digital dan akses terhadap informasi yang terpercaya, serta SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur dengan mendorong pengembangan sistem informasi yang inovatif dan kolaborasi global antarpeneliti.

Penelitian ini diharapkan mampu membantu akademisi, industri, dan pembuat kebijakan untuk memahami arah penelitian global serta memanfaatkan kualitas informasi dalam menghadapi tantangan era digital.

Artikel selengkapnya tersedia di: http://media.unpad.ac.id/files/publikasi/2025/rpm_20250123133105_2914.pdf

Penulis: Ridha Amalia, Nadziva Shaqeena Firdaus, Shelpi Nur Awaliyah

Share this: