Penelitian Mahasiswa Unpad Ungkap Ancaman Vandalisme Buku di Perpustakaan

JATINANGOR – Dua mahasiswa Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi (PSI) Universitas Padjadjaran (Unpad), Delfin Gusti Wanda dan Ariel Mohammad Alief Yusuf, berhasil menyelesaikan penelitian tentang kasus vandalisme koleksi buku di Perpustakaan Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Unpad. Didampingi oleh dosen pembimbing, Prijana, M.Si., penelitian yang dilakukan pada tahun 2024 ini bertujuan untuk mendeskripsikan tindakan vandalisme yang terjadi pada koleksi perpustakaan, sebuah masalah serius yang mengganggu fungsi dan layanan optimal perpustakaan.

Penelitian ini berangkat dari fakta bahwa perpustakaan perguruan tinggi, dengan banyaknya pengguna, sangat rentan terhadap penyalahgunaan koleksi. Vandalisme menjadi salah satu ancaman utama yang dihadapi, di mana buku-buku dirusak dengan berbagai cara. Oleh karena itu, investigasi mendalam diperlukan untuk memahami bentuk-bentuk kerusakan yang terjadi dan dampaknya terhadap layanan perpustakaan.

Menggunakan pendekatan kuantitatif pra-eksperimental dengan analisis One Shot Case Study, tim peneliti mengumpulkan data melalui observasi langsung dan dokumentasi. Metode ini memungkinkan mereka untuk mengidentifikasi dan mencatat secara sistematis setiap kasus vandalisme yang ditemukan pada koleksi buku di perpustakaan.

Dari investigasi yang dilakukan, ditemukan bahwa 200 buku mengalami vandalisme dengan berbagai tipe. Temuan ini menyoroti beragam bentuk vandalisme yang umum terjadi, seperti mencoret, memberi warna khusus, menggambar, menulisi, menggarisbawahi, dan memberi tanda khusus pada halaman-halaman buku. Kerusakan-kerusakan ini tidak hanya mengurangi nilai estetika buku, tetapi juga mengganggu alur informasi yang seharusnya diterima oleh pembaca.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa vandalisme buku di perpustakaan adalah masalah serius yang membatasi kemampuan perpustakaan untuk menyediakan layanan optimal bagi penggunanya. Kerusakan pada koleksi secara langsung mengganggu proses penyerapan informasi, yang sangat vital dalam lingkungan akademik. Dengan demikian, temuan ini menjadi peringatan bagi perpustakaan untuk lebih proaktif dalam menjaga koleksinya.

Penelitian yang dilakukan di Jatinangor, Sumedang, ini sejalan dengan dua Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Pertama, SDGs 4: Pendidikan Berkualitas, yang menekankan pentingnya akses yang setara terhadap informasi. Vandalisme koleksi membatasi akses tersebut dan merusak bahan ajar, yang pada akhirnya mengganggu kualitas pendidikan. Kedua, SDGs 11: Kota dan Permukiman Berkelanjutan, yang bertujuan untuk menyediakan ruang publik yang aman dan inklusif. Perpustakaan adalah salah satu ruang publik penting di kampus, dan menjaga keamanannya dari vandalisme adalah langkah untuk memastikan lingkungan belajar yang berkelanjutan dan produktif.

Penulis: Ridha Amalia, Nadziva Shaqeena, and Delfin Gusti Wanda

Share this: